Kemenag Kembangkan dan Validasi Instrumen Soal AKMI 2022

Bogor (Kemenag) --- Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah akan kembali menggelar Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) pada November 2022. Sebagai persiapan, saat ini tengah memasuki tahapan pengembangan dan validasi intrumen soal.

AKMI merupakan asesmen kompetensi literasi siswa madrasah yang mencakup literasi membaca, literasi sains, literasi numerasi, dan literasi sosial budaya.  Hasil AKMI memberi informasi tentang tingkat kemampuan siswa dalam berliterasi dan berpikir kritis untuk kemudian membantu guru dalam melakukan perbaikan pembelajaran di kelas

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengajak semua pihak yang terlibat dalam AKMI untuk bisa mensukseskan setiap tahapan prosesnya. Menurutnya, apa yang sedang dilakukan merupakan upaya Kemenag membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi manusia sehat, cerdas dan akan membawa kesejahteraan bangsa.

“Tujuan pendidikan adalah menghadirkan masyarakat sejahtera atau juga dikenal dengan istilah well being. Masyarakat sejahtera ditandai dengan kemampuan untuk beradaptasi,” kata Ali Ramdhani, saat memberikan arahan dalam kegiatan Pengembangan dan Validasi Instrumen AKMI di Bogor, Rabu (27/7/2022).

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini, pascapandemi, dunia, termasuk pendidikan, sedang menghadapai situasi ketidakpastian. Situasi ini dikenal dengan istilah VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity). Menurutnya, semua pihak yang berada di dunia pendidikan harus mampu mengimbangi perubahan tersebut.

“Penting bagi madrasah mempersiapkan peserta didik yang mampu menghadapi fenomena VUCA. Karena itu saya mengharap supaya para penyusun soal AKMI untuk membuat stimulus soal yang faktual, yang dapat merangsang kreativitas berpikir,” tegas Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Direktur KSKK Madrasah, Moh. Ishom menambahkan, untuk menghasilkan soal AKMI yang bermutu, dirancang berbagai persiapan, yakni pengembangan soal, validasi soal, analisis validasi dan soal yang siap diteskan. 

“Direktorat KSKK madrasah sebagai leading sektor program AKMI mengundang para tim pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk membimbing para penulis soal AKMI. Kita ingin menyiapkan soal AKMI yang valid dan bermutu,” tegasnya.

Ishom menambahkan, kegiatan ‘Pengembangan dan Validasi Instrumen AKMI” ini menjadi bagian dari upaya dalam menyiapkan soal AKMI yang valid dan bermutu. 

Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia merupakan bagian dari program Madrasah Reform yang dikelola Ditjen Pendidikan Islam Kemenag. Progam yang merupakan hasil kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) ini juga dikenal dengan Realizing Education’s Promise- Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR). (Mujahid)