Kemenag Harap KBIHU Jadi Pioneer Pembinaan Manasik Online

Bogor (Kemenag) --- Pemerintah Indonesia sudah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1442 H/2021 M. Gayung bersambut, Pemerintah Arab Saudi juga membatasi jemaah haji tahun ini hanya untuk warga negaranya dan ekspatriat yang tinggal di sana.

Meski demikian, pembinaan manasik bagi jemaah tetap berjalan, tanpa harus menunggu kondisi normal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Mewakili Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Sesditjen PHU Ramadhan Harisman berharap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tetap memberikan bimbingan manasik kepada jemaah, meski ada penundaan keberangkatan. 

"KBIHU juga dapat menjadi pioneer untuk adanya pembinaan manasik dengan mengunakan system jarak jauh (online) atau menggabungkan antara pembinaan online dan tatap muka (offline) di masa pandemi Covid 19," terang Ramadhan saat membuka Peningkatan Peran KBIHU di Era New Normal, di Bogor, Rabu (16/6/2021). 

"Sehingga, pembinaan manasik tetap dapat dilaksanakan tanpa harus 
menunggu kondisinya normal," sambungnya.

Menurutnya, Kemenag telah menyiapkan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah di masa Pandemi. Buku ini memberikan pedoman kepada Jemaah dalam melaksanakan haji dan umrah dengan berbagai alternatif pendapat dan keringanan (rukhsah) tanpa harus mengurangi dan menghilangkan substansi atau nilai pelaksanaan ibadahnya.

"Buku ini bisa juga digunakan KBIHU dalam pelaksanaan manasik secara online," jelasnya.

Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Arsyad Hidayat melaporkan kegiatan ini mengangkat tema “Menuju Kemandirian Manasik Haji dan 
Umrah”. Kegiatan akan berlangsung tiga hari, 16-18 Juni 2019, dan diikuti peserta dari unsur Kemenag pusat, Bidang Haji Kanwil Kemenag Provinsi, Forum Komunikasi KBIHU, Asosiasi PPIU dan PIHK, serta perwakilan ormas Islam dan akademisi.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran dan fungsi KBIHU dalam pelaksanaan bimbingan manasik haji dan umrah di era new normal, sekaligus mensinergikan tugas dan fungsi bimbingan manasik haji dan umrah antara KBIHU dan Kementerian Agama," terang Arsyad.

"Kami juga melakukan sosialisasi terkait Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah sebagai dampak adanya penyebaran Covid 19," tandasnya.

Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, antara lain: Marwan Dasopang (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI), Khoirizi H Dasir (Plt. Direktur Jenderal PHU), Anggito Abimanyu (Ketua BPKH), Budi Sylvana (Kapuskes Haji), serta Abdul Djamil dan Ahmad Kartono (Praktisi Haji).