Kemenag Dorong IAI Syarifudin Jadi Penggerak Penguatan Moderasi Beragama

Lumajang (Kemenag) --- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Nizar mendorong segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Syarifudin Lumajang menjadi motor penggerak dalam penguatan Moderasi Beragama di tengah masyarakat.

Harapan ini dikatakan Sekjen Nizar saat menyampaikan materi kuliah umum sekaligus launching Program S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di IAI Syarifudin Wonorejo, Lumajang, Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Stadium General yang disampaikan Sekjen Nizar dengan tema Peran dan Tantangan PTKI dalam Menghadapi Revolusi 4.0 ini dihadiri civitas akademika dan mahasiswa IAI Syarifudin Lumajang.  

"Di samping mendorong keterlibatan masyarakat dalam program peningkatan tata kelola PTKI, Kemenag mendorong IAI Syarifudin Lumajang menjadi motor penggerak moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat," kata Sekjen Nizar, Minggu (19/6/2022).

"PTKI menghadapi tantangan cukup berat terkait merebaknya paham keagamaan yang eksklusif di tengah-tengah masyarakat. Dalam beberapa kasus tingkat intoleransi tersebut telah menimbulkan konflik horizontal. Aibatnya kehidupan harmonis yang selama ini dirawat dan dipupuk oleh para pendahulu bangsa tergurus yang berganti dengan sikap permusuhan sesama umat beragama," sambung Sekjen.

Untuk itu lanjut Sekjen Kementerian Agama mengajak masyarakat sebagai mitra untuk mendorong peran PTKI sebagai motor penggerak Moerasi Beragama di tengah-tengah masyarakat. Tantangan PTKI di era 4.0 adalah dunia sudah jauh berubah cepat akibat perkembangan teknologi informasi dan koumunikasi.

"Revolusi industri 4.0 telah mendorong banyak terjadinya perubahan secara masif terhadap pola hidup banyak orang. Lembaga pendidikan harus berinovasi dengan digitalisasi," tandas Sekjen. 

Selian itu ditambahkan Sekjen, Kementerian Agama melihat penting menjalin kerja sama yang sinergis dengan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan capaian 2020-2024 yaitu peningkatkan daya saing nasional terutama pada perguruan tinggi Islam swasta.

Pasalnya peningkatan daya saing PTKI swasta akan berpengaruh signifikan pada registrasi perguruan tinggi secara umum. Sebab jumlah PTKI swasta jauh lebih banyak daripada jumlah perguruang tinggi keagamaan Islam negeri di tanah air.

"Total kita punya lebih dari 800 perguruan tinggi keagamaan Islam swasta dan yang berstatus negeri berjumlah 58. Artinya PTKI swasta harus melakukan penimgkatan daya saing nasional. Selain itu keterlibatan masyarakat dalam program-program pengembangan PAI sangat relevan kaitannya untuk peningkatan pemerataan mutu tata kelola PTKI," ujar Sekjen.

Dalam kesempatan itu Sekjen menyerahkan beasiswa Kemenag untuk 50 mahasiswa IAI Syarifudin Lumajang senilai 100 juta. 

Launching Program S2 Pendidikan Agama Islam (PAI) di IAI Syarifudin ditandai dengan penandatangan prasasti dan pelepasan balon ke udara oleh Sekjen Nizar didampingi Rektor IAI Syarifudin.

Usai dari IAI Syarifudin, kunjungan kerja Sekjen Kemenag Nizar kemudian menyampaikan materi Penguatan Moderasi Beragama bagi ASN dan Tokoh Agama di Kantor Kemenag Lumajang.  

Rangkaian kunjungan kerja Sekjen Nizar dilanjutkan dengan meninjau Kawasan Relokasi Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro dan meletakkan batu pertama pembangunan Madrasah Terpadu yakni MIN 3 dan MTsN 4. 

Di kawasan relokasi tersebut, Sekjen menyerahkan bantuan 1 miliar Kemenag Peduli dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk dampak Erupsi Semeru Lumajang tahun 2022. 

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh ASN Kementerian Agama yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil, semoga menjadi amal ibadah kita," kata Sekjen.