Kemenag Buka Seleksi Instruktur Bimtek Tindaklanjut Hasil AKMI

Jakarta (Kemenag) --- Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama membuka pendaftaran peserta seleksi instruktur bimbingan teknis (bimtek) tindaklanjut hasil Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) tahun 2021.

Pendaftaran dibuka 5 - 19 Agustus 2021. Para peserta dapat mengunggah seluruh berkas pendaftaran melalui laman https://madrasahreform.kemenag.go.id/event/home.

“Kami persilakan para guru dan pengawas madrasah, widyaiswara, serta dosen Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi, agar diperoleh calon instruktur yang memiliki kompetensi dan komitmen yang tinggi sesuai bidangnya," tutur Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Kemenag akan merekrut instruktur nasional (IN) dan provinsi (IP) yang akan terlibat dalam bintek tindak lanjut hasil AKMI. Menurut Isom, AKMI akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 secara online dalam bentuk Computer Based Test (CBT). Tujuannya, mengukur tingkat literasi membaca, numerasi, sains, dan literasi sosial budaya siswa kelas 5 MI.

"Hasil dari AKMI akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan bimtek tindak lanjut perbaikan pembelajaran guru, berikut pendampingannya," tutur Isom.

Seleksi IP dan IN ini meliputi tiga tahap, yaitu: seleksi administrasi, tes tertulis secara online, dan wawancara.

“Ini terobosan baru. Program AKMI yang dirancang Kemenag tidak hanya berdiri sendiri sebagai sebuah pengukuran. Lebih dari itu, hasil asesmen ini akan dijadikan basis diagnosis kompetensi siswa yang sekaligus menghasilkan rekomendasi perbaikan pembelajaran," terang Moh. Isom.

Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah, Ahmad Hidayatullah menambahkan bahwa proses seleksi ini akan memilih 20 Calon Instruktur Nasional (IN) untuk  literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya. 

Sedangkan Instruktur Provinsi (IP), akan dipilih 272 orang, untuk memenuhi kebutuhan instruktur Bimtek di 34 provinsi. Masing-masing provinsi dibutuhkan 8 orang, untuk menguatkan literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan litersai sosial budaya guru madrasah.