Kemenag Bali Hadirkan Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan, Ramah Difabel

Denpasar (Kemenag) --- Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bali kini memiliki Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan. Rumah pelayanan ini merupakan metamorfosis dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 

Keberadaan Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan ini diresmikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti. 

Turut mendampingi Menag saat peresmian, Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kakanwil Kemenag Bali Komang Sri Marheni dan enam tokoh agama di Bali. 

Peresmian Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan digelar usai Menag membuka Dialog Penguatan Moderasi Beragama Menyambut Tahun Toleransi 2022. Dalam kesempatan itu, Menag meninjau Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan Kanwil Kemenag Bali dengan mengawali scan barcode PeduliLindungi di pintu masuk.

Menag juga berdialog dengan pegawai di Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan yang berada dalam satu komplek PTSP Kanwil Kemenag Bali. "Ada layanan disabilitas di sini. Siapa saya yang pernah ke sini," tanya Menag kepada Ni Nyoman Ari Safitri, seorang ASN yang bertugas di Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan. 

"Kita melayani kaum disabilitas terutama tuna netra dan tuna rungu. Khusus disabilitas tuna netra mereka datang untuk mencari informasi terkait buku dan kitab braille. Sementara disabiitas tuna rungu biasanya mereka datang untuk mencari informasi sekolah dan perguruan tinggi serta beasiswa," jawab Ni Nyoman. 

NI Nyoman juga mempratikkan bahasa isyarat untuk disabilitas tuna rungu di hadapan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

Selain ruang pelayanan disabilitas, di rumah pelayanan agama dan kegamaan terdapat ruang Moderasi Beragama dengan menampilkan enam kitab suci dan simbol enam agama. Ada juga perpustakaan, ruang digital corner, ruang konsultasi, dan ruang rapat.

Menurut Menag metamorfosis PTSP ini menjadi andalan dalam pelayanan umat yang nyaman, excellent, dan ramah teknologi digital.

"Kita terus berinovasi untuk pelayanan yang lebih baik dan lebih baik lagi. Saya percaya kepada Ibu Kepala Kanwil, satu-satunya Kepala Kanwil Kementerian Agama perempuan di Indonesia, tetapi memiliki ide dan inovasi melebihi laki-laki, dan saya berharap di semua Satker Kementerian Agama dimanapun agar dapat berpikir dan berinovasi," kata Menag, Jumat (14/01/2022).

"Ibu Kanwil Kemenag Bali mampu Out of The Box demi memberikan pelayanan terbaik kepada umat. Sekali lagi, saya mengapresiasi atas inisiatif ini. Semoga ini menginspirasi unit-unit lain untuk melakukan hal serupa," tandas Menag. 

Ditambahkan Menag peresmian Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan dan Dialog Penguatan Moderasi Beragama Menyambut Tahun Toleransi 2022  memiliki relevansi yang sangat kuat. 

Bahwa lanjut Menag dalam Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama 2020-2024, setelah pada tahun 2021 dilakukan upaya penguatan perspektif Moderasi Beragama dalam internal institusi, tahun 2022  ditegaskan sebagai tahun penyelenggaraan layanan dan program keagamaan berperspektif moderasi beragama.

"Pada praktiknya, hal ini ditempuh dengan penguatan Rumah Pelayanan Agama dan Keagamaan," tandas Menag.