Kemenag Asesmen Lembaga Halal Amerika Serikat

Chicago (Kemenag) --- Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan asesmen terhadap Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA) di Chicago - Illinois, Amerika Serikat. Kepala BPJPH Aqil Irham mengungkapkan ini bagian dari proses saling pengakuan & keberterimaan antara Indonesia dan Amerika Serikat terkait Jaminan Produk Halal (JPH).

"Alhamdulillah BPJPH telah menyelesaikan proses asesmen atas IFANCA. Ini merupakan Lembaga Halal Luar Negeri  (LHLN) kedua yang kita asesmen," kata Aqil Irham jelang kepulangannya ke tanah air, di Bandara Internasional O'Hare Chicago, Selasa (27/9/2022). 

Pelaksana asesmen ini terbagi menjadi dua tim. Pertama, tim asesmen teknis yang terdiri dari Amar Bramantiyo dan Abdul Qodir. Kedua,  tim asesmen syariah (Halal Islamic Affairs Expertise) yang terdiri dari Siti Aminah dan Fertiana Santy. Proses asesmen berlangsung selama tiga hari mulai 21-23 September 2022.

"Adapun metode asesmen yang dilakukan meliputi data review, interview, dan on-site observation," ungkap Aqil Irham.

Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi upaya IFANCA untuk mengajukan akreditasi. Ini menjadi sinyal positif bagi perluasan ekosistem halal global. Aqil mengungkapkan, pentingnya kolaborasi dan kerja sama yang baik untuk pengembangan pasar halal global. 

"Bila sudah ada lembaga yang memenuhi syarat dan standar Indonesia terkait jaminan produk halal, rekan pengusaha ekspor dari Amerika tidak repot untuk  mensertifikasi halal produknya dan bisa masuk ke pasar Indonesia," jelas Aqil.

Sebelumnya, pada Juni 2022, BPJPH juga telah melakukan asesmen atas pengajuan akreditasi dan saling keberterimaan  (accreditation and mutual recognition & acceptance /MRA) Korea Muslim Federation (KMF), di Seoul, Korea Selatan.

Aqil mengungkapkan, saat ini BPJPH telah menerima pengajuan akreditasi dari 97 LHLN yang berasal dari lebih 40 negara.

Dalam kunjungan kerjanya ke Amerika,  Aqil dan tim asesor juga mengunjungi pabrik milik perusahaan Glanbia Performance Nutrition. Ini merupakan salah satu perusahaan  produsen suplemen, vitamin, dan multivitamin yang tersertifikasi halal IFANCA. Di sana, tim BPJPH dan IFANCA melihat secara langsung proses produksi, value chain dan tentunya bahan-bahan bakunya.

Di sela-sela kegiatan, Tim Asesmen juga menyempatkan mengunjungi Chicago Rabbinical Council di Chicago untuk berdiskusi bagaimana mekanisme proses sertifikasi kosher di Amerika. Tim asesmen disambut oleh Rabbi Sholem Fishbane selaku Kashrus Administrator, yang juga merupakan executive director dari AKO (Association of Kashrus Organizations).

Selain itu, tim asesmen juga mengunjungi museum Abrahamic Religions yang berada di kota Chicago, yang berisikan kisah Nabi dan Rasul dari agama-agama Ibrahim.

Di hari terakhir kunjungan, Tim BPJPH yang dipimpin oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham menghadiri undangan rapat dari USTR (United States Trade Representative) di Washington DC. Tim BPJPH diterima oleh Kent C. Shigetomi selaku Direktur Multilateral Non Tariff Barriers USTR. Rapat membahas tentang Regulasi dan Kebijakan Jaminan Produk Halal di Indonesia, MoU payung bilateral antara Indonesia & USA (TIFA 1996 & WG 2007) tentang investasi dan perdagangan, transparansi & notifikasi regulasi Jaminan Produk Halal. Pertemuan juga membahas informasi 5 Lembaga  Halal Luar Negeri (LHLN) di US yang sudah mengajukan kerja sama dengan BPJPH melalui website SiHalal, periode transisi dari kewajiban bersertifikat halal.

Pertemuan penting ini berlangsung di komplek kantor kepresidenan US (executive office of the president of the United States) (FS)