Kelulusan Beasiswa Santri Diumumkan Akhir Mei

Bogor (Kemenag) --- Seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) sudah selesai. Hasil seleksi rencananya akan diumumkan pada akhir Mei 2021.

"Seleksi tahap I dan II PBSB sudah selesai. Insya Allah, pengumuman disampaikan 31 Mei 2021," terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur saat menggelar Rapat Koordinasi Penentuan Kelulusan PBSB tahun 2021, di Bogor, Kamis (27/5/2021).

Rapat ini berlangsung tiga hari, 27-29 Mei 2021. Hadir, perwakilan Perguruan Tinggi mitra PBSB, CSSMoRA selaku wadah berkumpul Mahasantri PBSB, serta stakeholder lain yang terlibat dalam pengelolaan PBSB. 

"PBSB merupakan salah satu bentuk afirmasi Kemenag terhadap kalangan pesantren tersebut, terutama pada santri berprestasi," ujar Waryono.

Disampaikan Waryono, selain penguasaan materi ujian, ada beberapa yang menjadi penilaian bagi kelulusan calon Mahasantri PBSB. Misalnya, kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, serta wawasan kebangsaan dan ke-Indonesia-an.

"Desain lulusan Program Beasiswa Santri Berprestasi adalah Bagaimana lulusan PBSB bisa mengenalkan pesantren yang memiliki reputasi baik. Lulusan PBSB juga nantinya diharapkan dapat memberi kontribusi signifikan bagi bangsa dan negara, terutama juga bagi pesantren," terang Waryono.

"Mahasiswa PBSB harus punya mimpi untuk Indonesia. Mereka yang kuliah di (jurusan) ekonomi, harus ikut memikirkan bagaimana wajah ekonomi 25 tahun kedepan. Mereka yang belajar agama, bagaimana wajah kehidupan beragama ke depan. Sehingga, publik tahu bahwa ada pemikiran orisinal para santri dalam menatap masa depan bangsanya," sambungnya.

Kepala Subdirektorat Pendidikan Pesantren, Basnang Said, menambahkan, ada 4.614 pendaftar seleksi PBSB 2021. Dari jumlah itu, dilakukan seleksi tahap pertama hingga diperoleh 516 santri yang dinyatakan lulus. Mereka inilah yang mengikuti seleksi tahap kedua.

"Rakor ini akan menetapkan 230 santri yang dinyatakan lulus seleksi dan mendapat beasiswa kuliah pada 33 program studi di 21 perguruan tinggi," jelas Basnang.

"Kelulusan akan diumumkan melalui laman www.ditpdpontren.kemenag.go.id," sambungnya.

Calon Mahasantri yang dinyatakan lulus, lanjut Basnang, akan menerima beasiswa berupa:

1. Biaya pendidikan yang meliputi biaya pendaftaran, biaya matrikulasi, biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dengan durasi pemberian maksimal 48 bulan bagi pendaftar Program S1 dan maksimal 24 bulan bagi pendaftar Program S2, serta biaya pendidikan profesi yang diberikan maksimal 24 bulan.

2. Biaya tunjangan yang meliputi biaya hidup serta biaya tugas akhir.

Berikut daftar kampus pilihan dan kuota beasiswa PBSB 2021

Berikut ini daftar pilihan perguruan tinggi dan kuota untuk setiap kurusan Program Sarjana (S1) dalam seleksi PBSB tahun 2021:

1. UIN Alauddin, Makassar (Fakultas Ilmu Kesehatan; Kesehatan Masyarakat/kuota 10 santri)

2. UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang (Fakultas Ekonomi; Perbankan Syariah/kuota 10 santri)

3. UIN Sunan Ampel Surabaya (Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Pengembangan Masyarakat Islam/kuota 10 santri)

4. UIN Sunan Gunung Djati, Bandung (Fakultas Ushuluddin; Tasawuf Psikoterapi/kuota 10 santri)

5. UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Ilmu Kesejahteraan Sosial/kuota 10 santri)

6. UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

A. Fakultas Kedokteran; Kedokteran dan Pendidikan Dokter (8 santri)

B. Fakultas Ilmu Kesehatan; Farmasi (8 santri)

7. UIN Walisongo, Semarang (Fakultas Syariah dan Hukum; Ilmu Falak/ kuota 10 santri)

8. UIN Sumatera Utara, Medan (Fakultas Syariah dan Hukum; Hukum/ kuota 10 santri)

9. IPB, Bogor (Fakultas Teknologi Pertanian; Teknik Industri Pertanian/ kuota 5 santri)

10. ITS, Surabaya (Fakultas Teknologi Informasi; Teknik Informatika/ kuota 5 santri)

11. UGM Yogyakarta: 

A. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Ilmu Komunikasi (4 santri)

B. Fakultas Psikologi; Psikologi (4 santri)

12. Unisma, Malang (Fakultas Kedokteran; Pendidikan Dokter (2 santri)

13. UPI, Bandung (Fakultas Ilmu Pendidikan; a) Bimbingan dan Konseling (5 santri), b) Teknologi Pendidikan (5 santri)

14. UI, Jakarta: 

A. Fakultas Hukum; Ilmu Hukum (2 santri)

B. Fakultas Keperawatan; Ilmu Keperawatan (2 santri)

C. Fakultas Ekonomi dan Bisnis; a) Ilmu Ekonomi (2 santri), b) Manajemen (2 santri), c) Ilmu Ekonomi Islam (2 santri)

D. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Hubungan Internasional (2 santri)

E. Fakultas Teknik; Teknik Industri (2 santri)

15. UNJ, Jakarta (Fakultas Ekonomi; Pendidikan Ekonomi/ kuota 10 santri)

16. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jakarta (Fakultas Islam Nusantara; Sejarah Kebudayaan Islam/ kuota 10 santri)

17. Unwahas, Semarang (Fakultas Agama Islam; Hukum Ekonomi Syariah/ kuota 10 santri)

18. Universitas Islam Nusantara (Uninus), Bandung (Fakultas Agama Islam; Perbankan Syariah, kuota 10 santri)

19. Universitas Islam Makassar (UIM), Makassar, Fakultas Pertanian; a) Agrobisnis (10 santri), b) Agroteknologi (10 santri)

20. Unram, Mataram (Fakultas Ekonomi; Ekonomi/ kuota 10 santri)

Waryono menambahkan, selain program sarjana (S1), PBSB tahun ini juga akan dibuka untuk Program Magister (S2). Program Magister (S2) PBSB ini dibuka untuk tiga program studi, yaitu:

1. UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta:

A. Pascasarjana Sains dan Teknologi; Magister Informatika (10 santri)

B. Pascasarjana Interdisciplinary Islamic Studies; Konsentrasi Kajian Industri dan Bisnis Halal (10 santri)

3. Institut Agama Islam Bunga Bangsa, Cirebon (Pascasarjana; Manajemen Pendidikan Islam/ kuota 10 santri)