Kelebihan BarangJemaah Menumpuk Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah

Jeddah, 10/1 (Pinmas) - Kelebihan barang bawaan milik jemaah haji Indonesia menumpuk di Bandara di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Berdasarkan pantaun MCH, Selasa (9/1) Malam hingga pukul 20.00 WAS, mencapai 5 ton lebih. Belum lagi, barang-barang sejenis hari-hari sebelumnya yang saat ini menumpuk di gudang Al Munief perusahaan jasa kargo yang dipakai PPIH Arab Saudi untuk pengangkutan barang jemaah dari Mekkah ke Jeddah.

Menurur Wakil Ketua PPIH Arab Saudi Zainal Abidin Sufi, terjadinya penumpukan kelebihan barang bawaan ini, akibat jemaah sendiri tidak mematuhi ketentuan tentang barang bawaan yang diperbolehkan, yaitu 1 koper maskismum 35 Kg, 1 tas tentengan, dan 1 jerigen air zamzam 5 liter pemberian maskapai penerbangan.Tahun ini kelebihan barang bawaan terjadi, kata Sufi, justru jumlah tas tentengan yang dibawa jemaah lebih dari satu, belum lagi membawa pula air zamzam dengan jerigen besar berukuran 10 liter dan bawaan-bawaan lainnya. “Ini jelas menyulitkan penempatan di kabin pesawat yang sangat terbatas,” ujarnya.Sufi menambahkan, kita memprioritaskan keselamatan penerbangan dan penumpangnya.

Oleh karena petugas PPIH Daker Jeddah tak penah henti menghimbau kepada jemaah yang telah berada di bandara agar mengumpulkan barang-barang kelebihan bawaannya di depan Pos Pelayanan kita di bandara. “Alhamdullilah para jemaah dengan kesadaran sendiri mengumpulkan barang tersebut dan menyerahkan kepada petugas,” ucapnya.Mengatasi kelebihan barang bawaan jemaah ini, kata Sufi, pihaknya berusaha untuk mengirimkan melalui kloter-kloter berikutnya yang jumlah bagasinya belum melampaui kapasitas yang ditetapkan pihak penerbangan. Bisa juga kita akan bekerjasama melalui kargo dengan biaya ditanggung jemaah sendiri saat barang telah tiba di tanah air.Sementara itu, seorang jemaah asal kloter 4 Balikpapan, Ahmad Bansier menyampaikan kekecewaannya, karena barang yang dibeli untuk oleh-oleh sanak keluarganya di tanah air tidak bisa dibawa pulang.

“Saya minta pemerintah bersikap bijaksana dan mau mengurus barang-barang ini sampai di tanah air,” harnya.Hal yang sama juga dikemukakan oleh Ketua kloter 1 SOC Solo Samsuri meminta agar pihak penerbangan memahami psikologis penumpang yang usai menunaikan ibadah haji, sangat ditunggu-tunggui oleh kerabatnya di tanah air, khususnya oleh-oleh yang dibawa dari tanah suci.(MCH/ts)