Kasih adalah Karakter Murid Kristus

Saudaraku yang terkasih. Hari ini, kita, umat Katolik seluruh dunia memasuki Minggu Paskah VI. Dalam Minggu Paskah VI ini, kita semua akan mendengarkan bacaan suci dari Kisah Para Rasul 15:1-2.22-29; Wahyu 21:10-14.22-23 dan Injil Yohanes 14:23-29. Dari bacaan-bacaan suci ini, saya mengajak kita sekalian untuk merenungkan kembali perjalanan hidup kita sebagai seorang murid Tuhan Yesus, seorang Kristiani. Kita telah lama menjalani hidup sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Semuanya diawali dengan kesediaan kita dibaptis. 

Pertanyaan bagi kita, apakah lamanya kita menjadi murid Yesus membuktikan bahwa kita telah sungguh-sungguh mencintai Tuhan Yesus? Apakah semangat kemuridan kita selama ini terbatas dan dibatasi pada sekadar label dan nama sebagai seorang Kristiani? Apakah semangat kemuridan kita hanya berpusat pada khotbah serta kata-kata yang indah dan bersemangat di atas podium atau mimbar? Apakah semangat kemuridan kita hanya terpusat pada aktivitas doa atau kegiatan rohani? 
Saudara yang dikasihi Tuhan. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat kita jawab dengan melihat dan merenungkan salah satu ayat dari bacaan Injil Hari Minggu Paskah VI ini. Dalam Yohanes 14:23 tertulis: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”  

Kemuridan kita sebagai pengikut Yesus tidaklah semata-mata pada segala hal yang bersifat kata-kata, label dan nama sebagai seorang Kristiani, tetapi lebih dari pada itu. Kemuridan kita terpenuhi secara lengkap dalam sikap dan tindakan kasih terhadap sesama. Kita hendaknya menyadari bahwa kasih adalah karakter setiap orang yang percaya kepada Kristus. 

Saudara-saudari yang terkasih. Apakah mudah menerapkan sikap dan tindakan kasih kepada sesama? Ada yang mungkin mengatakan mudah. Ada yang mengatakan gampang-gampang sulit. Ada pula yang mungkin mengatakan sulit. Tentu kita tidak perlu memperdebatkan hal ini. Namun, satu yang pasti adalah jika kita memang sungguh-sungguh ingin bersikap dan bertindak dengan kasih kepada sesama, maka kita tidaklah sendirian. Ada Penghibur yang telah dijanjikan Tuhan untuk mendampingi hidup kita: Roh yang akan memberikan semangat, kehidupan baru dan penghiburan dalam iman bagi kita. 

Saudara-saudariku yang terkasih. Marilah kita berlomba-lomba untuk menebarkan kasih Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Marilah kita menguatkan karakter kemuridan kita dalam karakter kasih. Kasih dalam bentuk sapaan dan senyuman tulus terhadap sesama. Kasih dalam bentuk bantuan dan pertolongan bagi yang kesulitan. Kasih dalam bentuk maaf dan pengampunan bagi sesama. Jangan ragu dan takut, Tuhan selalu ada dan beserta kita. Semoga.

Yustina Srini, SFK, MM (Kabag Umum dan BMN)