Kampanye 5M, Menag Siap Kerahkan Penyuluh dan Libatkan Tokoh Agama

Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah akan mengintensifkan kembali kampanye 5 M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan 5M sangat membantu pencegahan penyebaran Covid-19.

Apalagi, saat ini juga terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian delta di berbagai negara benua Amerika dan Eropa.

Menag Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan semua kebijakan yang dapat mencegah penyebaran Covid-19. Menag siap mengerahkan puluhan ribu penyuluh agama untuk bersama-sama tokoh agama menyosialisasikan kampanye 5M.

"Data kami, ada sekitar 50ribu penyuluh agama binaan Kemenag, baik PNS maupun Non PNS. Mereka bertugas hingga level desa. Mereka dapat difungsikan sebagai duta kampanye penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada tokoh agama dan masyarakat," ujarnya dalam rapat koordinasi kampanye 5M secara virtual, Jumat (23/7/2021). 

"Untuk tokoh agama ini kami lakukan secara berjenjang dengan penyuluh agama. Saya harap Senin depan para penyuluh agama sudah on fire," sambungnya.

Harapan akan pelibatan penyuluh agama bersama tokoh agama juga disampaikan Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, upaya 5 M itu untuk memaksimalkan perlindungan diri warga terhadap penularan COVID-19.

"Para penyuluh agama hingga ke tingkat desa, untuk bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat mengenai disiplin 5M," kata Marves Luhut.

Marves Luhut menilai perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa mematuhi protokol kesehatan itu penting. "Dengan salah satunya menggunakan masker. Penggunaan masker ini terbukti menahan laju penyebaran kasus Covid-19)," jelasnya.