Kakanwil Depag Sultra: Penggunaan IT Jamin Objektivitas Penilaian

Kendari, 2/8 (Pinmas) - Kakanwil Depag Sultra, Drs. H. Abdul Muis D Mengatakan digunakannya Informasi Teknologi (IT) pada MTQ Nasional XXI 2006 di Kendari, Sulawesi Tenggara untuk menjamin objektifitas penilaian dari Dewan Hakim. Pemakaian system canggih berbasis komputer dalam penilaian ini untuk pertama kalinya digunakan pada MTQ Nasional XXI tahun 2006 di Kendari.Untuk itulah seluruh anggota Dewan Hakim sehari sebelum dibukannay secara resmi lomba seni baca Al Qur’an tingkat nasional itu seluruh anggota Dewan Hakim dibekali teknik dan cara cara menggunakan perlatan tersebut, misalnya cara untuk memasukan nilai nilai atas tampilan peserta sesuai penilaian mereka. 

“Nilai nilai tersebut kemudian  dikumpul oleh operator dan kemudian ditampilkan ke layar yang terpasang di sekitar acara lomba, sehingga masyarakat bisa melihat langsung nilai komulatif peserta yang dinilai”, ujar Abdul Muis yang dalam kepanitian daerah duduk sebagai Ketua IV membidangi lomba.Namun diakuinya hingga hari ke IV kemarin masyarakat hanya bisa mengetahui nilai yang keluar dan nomor peserta yang tampil. Baik nama maupun asal daerah peserta masih dirahasiakan.Belum OptimalSementara itu Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXI 2006 di Kendari, Dr H Ahsin Sakho Muhammad MA ketika diminta komentarnya oleh situs ini mengakui penggunaan peralatan yang diuji cobakan di MTQ Daerah Jatim beberapa waktu lalu ini belum optimal.

Memang menurutnya terlihat kemajuan dalam system penilaian jika disbanding dengan system penilaian selama penyelenggaraan lomba seni baca Al Qur’an Nul Kari mini.“Kalau dikatakan siap memang sudah siap, namun belum optimal penerapannya” jelas Ahsin Sakho.Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) Jakarta dan dosen di Universitas Islam Negeriu “Syarif Hidayatullah” Jakarta ini memberikan alasan bahwa  kesiapan untuk penggunaan peralatan baru dalam penilian tersebut hanya  sehari diberikan  sebelum dibukanya event nasional 3 tahun sekali ini oleh Presiden SBY.Meski demikian para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Sultra, Kendari, khususnya, berpendapat penggunaan system ini benar benar dapat menjamin objektivitas penilaian.

“Dengan menggunakan system IT ini, akan semakin hilang dugaan negative yang menilai bahwa nilai bisa dipermainkan angota Dewan Hakim untuk memenangkan kafilah tertentu”, ujar Kakanwil Depag Sultra mengutip pendapat para tokoh agama dan masyarakat Sultra.Ditanyakan tentang dana bagi pengadaan peralatan canggih ini, Abdul Muis tidak bisa menjelaskan. Dikatakannya pengadaan peralatan khusus untuk penilaian itu merupakan bantuan dan beban dari Departemen Agama Pusat. (thamrin)