Kafilah Pertanyakan Rekap Nilai

Kendari, 7/8 (Pinmas) - Kafilah mempertanyakan rekap nilai akhir  Musyabaqah Tilawatil Qur`an tingkat Nasional (MTQN) XXI dari dewan hakim karena sampai kembali ke daerah masing-masing tidak diserahkan. Sekretaris kafilah Irian Jaya Barat, H. Naharuddin di Kendari, Senin mengatakan, rekap nilai dari dewan hakim harus diberikan kepada daerah peserta sebagai bahan laporan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.  

"Setiba di daerah masing-masing akan melaporkan hasil yang dicapai di MTQN XXI Kendari kepada Gubernur. Kalau tidak didukung dengan fakta sama saja bohong," kata Naharuddin.Kafilah Irian Jaya Barat kata dia, sudah beberapa kali mendatangi sekretariat panitia tetapi tidak ada pelayanan yang pasti. Staf yang ditemui menjawab tidak ada orang memegang rekap nilai.Irian Jaya Barat yang datang dengan kekuatan 50 orang, pulang tanpa membawa gelar juara. "Irian Jaya Barat hanya kebagian juara harapan dua tetapi kami terima karena itulah kemampuan maksimal. Sebagai pendatang baru menyadari banyak kekurangan untuk dibenahi menghadapi MTQN XXII di Banten 2008 mendatang," kata Naharuddin seraya menambahkan, hari ini Irian Jaya Barat tinggalkan Kota Kendari.

Ketua kafilah Banten, Asmuni Nur menilai dewan hakim  melaksanakan tugas setengah hati sehingga tidak menyerahkan rekap nilai kepada daerah peserta."Dewan  hakim harus menyerahkan kepada daerah peserta karena menjadi bukti laporan ke pemerintah dan masyarakat. Jika melapor kepada Gubernur dan diwawancari wartawan tanpa bukti sama saja bohong," katanya.Kafilah Banten menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Bank Indonesia (BI) sebagai penanggungjawab atas pelayanannya. "Pengalaman baik yang didapatkan di Kota Kendari akan tingkatkan pada MTQN XXII di Banten 2008 mendatang dan kekurangan akan dibenahi," katanya.(Ant/Myd)


REKOMENDASI