Jemaah Berduyun-duyun Menuju Mina Untuk Memulai Ibadah Haji

Mekah, Arab Saudi, 29/12 (Pinmas) - Dua juta umat Islam mulai mengalir keluar dari Mekah Kamis pada awal ibadah haji dengan pemerintah Arab Saudi berjaga-jaga untuk mencegah kepadatan berlebihan yang mematikan dan juga kekerasan sektarian. Bergerak dalam mobil, van dan berjalan kaki, massa jemaah berjubah-putih mengalir ke sebuah kota tenda di lembah Mina untuk memulai ritual lima-hari yang meletihkan itu, tugas bagi setiap Muslim yang sehat dan tak bercacat yang mampu melakukan perjalanan tersebut.   

"Ini malam rahmat bagi semua Muslim," kata Hassan Abu al-Fadl, seorang insinyur Mesir yang memakai pakaian ikhram putih sederhana yang dipakai oleh jemaah sebagai pertanda persamaan dan sepi ing pamrih.   "Jarang melihat semua orang Islam dari latar belakang etnik yang berbeda-beda di satu tempat dengan satu tujuan."    Dalam salah satu pertunjukan terbesar di dunia mengenai ketaatan agama massa, jemaah berkumpul di Masjid Agung Mekah dan menyusul rute di sekitar gunung kota tua itu sesuai dengan tradisi yang diperlihatkan oleh Nabi Muhammad SAW.  

Dengan kerumuman besar itu, Arab Saudi biasanya mengerahkan lebih dari 50.000 anggota keamanan untuk berusaha menghindarkan berdesak-desakan yang mematikan dan serangan oleh gerilyawan yang memerangi raja Saudi yang bersekutu dengan AS.   Pemerintah mengatakan mereka akan menindak keras pada Muslim yang berusaha untuk menyelinap ke Mekah tanpa izin resmi --fenomena yang dapat membengkakkan jumlah dengan 500.000 orang menjadi lebih dari 2,5 juta orang.    Media negara mengatakan satu catatan 1,65 juta jemaah datang dari luar negeri, satu peningkatan enam persen dibanding tahun lalu. Beberapa ratus ribu orang di dalam Arab Saudi biasanya mendapat izin juga.                   

Kekacauan melempar batuPada Januari, 362 jemaah berdesak-desak hingga tewas karena kepadatan yang berlebihan di Jembatan Jamarat pada musim haji lalu. Korban itu adalah yang terburuk di jembatan tersebut selama 16 tahun terakhir dan menyusul meninggalnya 76 orang akibat runtuhnya sebuah hotel di Mekah.  Bencana terhindarkan Senin ketika helikopter mengevakuasi jemaah dari sebuah hotel di Mekah tempat kebakaran berkobar.    Menteri dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Nayef mengatakan sejumlah perbaikan yang diperkenalkan tahun ini akan mencegah kepadatan berlebihan di jembatan itu, yang selama tiga hari mulai Sabtu akan menyaksikan pelemparan simbolis terhadap syetan, ritual haji yang paling mudah mendapat kecelakaan.   

Sabtu, Minggu dan Senin -- tiga hari terakhir dari ibadah haji --akan menjadi ujian penting persiapan baru itu.  Arab Saudi telah mengalokasikan 1,1 miliar dolar untuk memperluas Jembatan Jamarat menjadi sebuah bangunan banyak-lantai. Tahap pertama, telah selesai pada waktunya untuk haji pekan ini, yang memungkinkan sebanyak 250.000 jemaah bergerak melintasi jembatan itu setiap jam.   Para ulama garis keras Arab Saudi Wahabi memberikan sinyal yang bertentangan mengenai kapan melakukan pelemparan batu.  Dalam satu keputusan yang ditujukan untuk mengurangi kepadatan berlebihan, Mufti Besar Sheikh Abdulaziz Al-Sheikh, pejabat utama agama yang ditunjuk-pemerintah, mengatakan pelemparan itu dapat dilakukan kapan saja dalam tiga hari (tasyrik) tersebut.   

Namun dalam satu fatwa awal bulan ini, ulama independen Wahabi yang dihormati Abdullah al-Foza mengatakan sebaliknya. "Melempar batu tidak akan berlangsung sebelum tengah hari karena satu perkataan Nabi," katanya dalam satu pendapat yang diedarkan di situs Internet.   Ibadah Haji terjadi dalam bayangan kekerasan antara Muslim Sunni dan Syiah yang telah membawa Irak ke tepi perang saudara. Ketegangan Sunni-Syiah juga tinggi di Libanon, tempat Syiah memimpin upaya untuk menjatuhkan kabinet pimpinan-Sunni.    Jemaah Iran dan lainnya telah mengunakan haji untuk protes politik pada masa lalu. Muslim Syiah Iran kini sedang bertengkar dengan Barat mengenai rencana nuklirnya dan dukunganya pada kelompok Syiah di negara-negara Arab, yang meningkatkan potensi gangguan pada ibadah haji.(Ant/Reuters/Ims)