Januari 2007 Departemen Agama Bebas KKN

Kendari, 28/7 (Pinmas) - Menteri Agama RI, H Maftuh Basyuni mengatakan, jajaran Departemen Agama mulai Januari 2007 akan memberi garansi bebas dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), sekaligus menghapuskan kesan yang dijuluki sebagai departemen terkorup di tanah air. "Solusi serta taruhannya, tidak hanya di Departemen Agama pusat yang harus bebas KKN tetapi seluruh Kanwil dan Kandepag di seluruh Indonesia harus bersih dari cemohan itu," katanya, saat silaturrahmi dengan jajaran Kakanwil Depag se-Indonesia, di Aula Kanwil Depag Sultra, di Kendari, Jumat malam.

Menurut Menteri yang di dampingi Dirjen Bimas Islam dan Dirjen Bimas Budha itu mengatakan, julukan Departemen Agama sebagai departmen terkorup, selama dua tahun terakhir ini sudah mulai surut, hal itu dikarenakan adanya niat serta moral baik pejabat yang mau merubah prilaku kerja sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.Oleh karena itu, kata Menag, pada tahun mendatang, pihaknya tidak ingin lagi mendengar adanya pejabat dijajarannya menyalahgunakan jabatan dan uang negara.

"Harusnya Departemen Agama itu menjadi unggulan serta panutan bagi departemen lain di tanah air," kata Menteri, seraya menambahkan bahwa perubahan kinerja di Kanwil hingga pada Kandepag di seluruh tanah air diakuinya telah mengalami banyak kemajuan kearah yang positif.Selain itu, Menag Maftuh Basyuni juga menegaskan kepada seluruh Kakanwil dalam mengelola keuangan negara selama enam bulan terakhir ini, untuk segera dilaporkan penggunaannya termasuk hal-hal lain yang dianggap masih membutuhkan anggaran, utamanya bagi peningkatan mutu pendidikan sekolah.

Ia mengatakan, selama kurun waktu 58 tahun terakhir, perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya jurusan mandrasah, boleh dikatakan hampir terlupakan sehingga mulai tahun anggaran 2007 mendatang kebijakan itu harus diubah dengan mengutamakan pendidikan ketimbang dengan pembangunan sektor lainnya di jajaran Departemen Agama.Pertemuan Menag dengan para Kakanwil se Indonesia itdalam rangka menghadiri Musyabaqah Tilawatil Qur`an tingkat nasional XXI yang akan dibuka Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, 29 Juli 2006 dan akan ditutup Wapres, HM Jusuf Kalla, 5 Agustus 2006 serta akan dihadiri enam dubes, sejumlah menteri dan gubernur se Indonesia serta sekitar 4000 kafilah dari seluruh tanah air.Hadir mendamping Menag pada acara silaturrahmi, Gubernur Sultra Ali Mazi SH dan Kakanwil Depag Sultra, Drs H Abdul Muis D.(Ant/Ba)


REKOMENDASI