Jamaah Haji NTB Masih Gunakan Embarkasi "Antara" Juanda Surabaya

Mataram, 23/6 (Pinmas) - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Mahfudz mengatakan, pemberangkatan jamaah calon haji NTB hingga kini masih menggunakan embarkasi "antara" melalui Bandara Juanda Surabaya. "NTB belum menjadi embarkasi penuh disebabkan Bandara Selaparang Mataram tidak bisa didarati pesawat berbadan lebar," katanya di Mataram Jumat.

Dengan menggunakan embarkasi "antara" itu, maka jamaah calon haji NTB terlebih dahulu ditampung di Asrama Haji NTB di Jalan Lingkar, Ampenan, setelah itu berangkat menuju Surabaya melalui Bandara Selaparang, Mataram.Di Bandara Juanda, Surabaya jamaah calon haji NTB harus menunggu sekitar enam jam baru diberangkatkan ke Jeddah, Arab Saudi. Dengan menggunakan embarkasi "antara" jamaah calon haji NTB tidak lagi menginap di Asrama Haji Sukolilo.

Dia menjelaskan, jika NTB memiliki embarkasi haji tetap, maka para jamaah calon haji dapat mengirit biaya transportasi ke Surabaya minimal Rp2 juta, karena tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos pesawat pulang-pergi. Untuk itu, diharapkan rencana pembangunan Bandara internasional Lombok, di Lombok Tengah segera terwujud, sehingga Bandara tersebut bisa dijadikan embarkasi haji yang tidak hanya untuk NTB, namun juga bagi Bali, NTT dan Maluku. Jumlah jamaah calon haji NTB musim haji 2006 sebanyak 4.446 orang berasal dari tujuh kabupaten dan dua kota se-NTB, mereka telah siap untuk diberangkatkan ke tanah suci Makkah.

Jumlah itu dinilai sangat sedikit dibanding jumlah yang telah mendaftar sekitar 9.000 orang, sehingga Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Serinata telah mengusulkan adanya tambahan kuota haji minimal menjadi 5.000 orang.Meningkatnya jumlah warga mendaftar jadi jamaah calon haji, tidak terlepas semakin meningkatnya ketaqwaan dan keimanan umat Islam serta meningkatnya perekonomian masyarakat NTB, sehingga Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang ditetapkan pemerintah terasa tidak mahal.

"Sebelum berangkat ke Tanah Suci Makkah, para jamaah calon haji NTB biasa diberikan bimbingan manasik haji antara lain cara tawaf di Ka`bah, melontar di Mina dan wukuf di Arafah oleh pemerintah daerah," jelasnya.Menyinggung tentang BPIH yang mendapat perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga dia meminta agar biaya-biaya diluar BPIH yang telah ditetapkan pemerintah agar dihapus."Hal itu dimaksudkan untuk lebih meringankan jamaah calon haji dari berbagai pungutan yang tidak perlu," katanya.(Ant/Myd