Jamaah Haji Mandiri Masih Jauh

JEDDAH, 29/12 (Pinmas) - Jamaah haji mandiri menjadi harapan bersama, selain akan memudahkan jamaah selama di Tanah Suci juga mengurangi petugas di lapangan. Dengan demikian usaha mewujudkan jamaah haji yang mandiri menjadi kebutuhan bersama. Pantauan Tim MCH Jeddah menunjukkan, usaha mewujudkan jamaah haji yang mandiri terus dilakukan, namun masih banyak ditemukan kelemahan di lapangan. Terlebih profil jamaah haji Indonesia yang sebagian besar penduduk desa, tidak berpendidikan dan tidak mampu berbahasa Indonesia.Untuk itu petugas haji masih tetap dibutuhkan dan harus bekerja keras membantu jamaah haji yang memerlukan dukungan penguatan. Lebih dari itu bahkan petugas haji masih harus berjuang untuk membantu jamaah sampai hal-hal yang paling kecil dan lumrah di lapangan.

Dalam hal ibadah misalnya jamaah haji tetap membutuhkan bimbingan mulai dari memasang niat ihram, pakaian dan kelengkapan lain. Untuk itu petugas bimbingan ibadah harus teliti sampai menanyakan apakah jamaah masih mengenakan pakaian dalam, peci dan sepatu yang menjadi larangan berihram. Sedangkan dalam hal pengamanan di jalan-jalan di kota Suci Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawwarah, petugas harus tetap memberikan dukungan. Mulai di pondokan petugas harus selalu wanti-wanti agar jamaah berhati-hati menyimpan barang berharga, tidak meninggalkan seluruhnya dan tidak membawanya karena berisiko. Di jalanan jamaah harus ekstra berhati-hati, selain keramaian jalan raya juga kerawanan atas kejahatan terhadap harta benda.

Selain penipuan juga perampasan yang dapat saja terjadi di manapun saja. Demikian halnya dalam hal menjaga kebersihan dan kesehatan, jamaah harus selalu diingatkan untuk menjaga kesehatan agar puncak ibadah haji Wukuf di Arafah sebagai rukun yang tidak dapat ditinggalkan dapat ditunaikan dengan baik. Puncak ibadah haji Wukuf di Arafah jangan sampai menjadi puncak kelelahan jamaah sehingga ketika waktunya justru dalam kondisi tidak fit dan akan menganggu kelancaran ibadah. Selain karena kelelahan yang memuncak juga kondisi fisik sudah terkuras habis sebelumnya.(MCH/Ims)