Ingin Tahu Kubur Keluarga Nabi, Jangan Tanya Petugas

Madinah, 9/1 (Pinmas) - Jamaah haji Indonesia gelombang II yang mulai berdatangan di Madinah kurang afdol kalau tidak berziarah ke pemakaman Baqi. Namun jangan tanya dimana letak kubur keluarga Nabi SAW dan para sahabatnya. Karena petugas pemakaman hanya angkat bahu seraya berucap: Wallahu A`lam Bishawab…(hanya Allah yang tahu), sambil telunjuknya diacung-acungkan ke atas. Di Baqi ini ada makam puteri Nabi SAW yakni Siti Fatimah, Imam Hassan, Imam Husein meski hanya kepala (cucu Nabi), Imam Ja`far Shadiq, Abbas bin Abdullah (paman Nabi), Halimatus Sa`diyah (ibu susu Nabi), serta seluruh istri Nabi kecuali Siti Khadijah yang dimakamkan di Ma`la, Mekkah. Putera dan puteri Nabi pun seluruhnya dimakamkan di sini.

Mereka adalah Qasim, Abdullah, Ibrahim, Ruqayyah, Zainab, dan Umi Kaltsum.Namun pada umumnya para peziarah dari berbagai bangsa di dunia tidak yakin petugas pemakaman tidak tahu. Para peziarah mengerti petugas pemakaman Baqi merupakan bagian dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menganut paham Wahabi, yang tidak mentolerir ziarah kubur yang dikhawatirkan banyak muslimin terjerumus kemusyrikan. Ziarah kubur sambil membaca doa-doa, apalagi disertai menangis segala – bagi paham Wahabi-- termasuk kategori bid’ah sehingga dilarang.

Ini sangat berseberangan dengan kebiasaan peziarah (muslimin) dari Iran , Turki , India , Pakistan , Bangladesh dan Asia Tenggara. Dimana ziarah kubur merupakan bagian dari kultur.Di belakang pintu masuk Baqi ada papan pengumuman (atau lebih tepatnya pemberitahuan) dalam beberapa bahasa, agar para pengunjung tidak musyrik. Misalnya memuja-muja kuburan, membawa tanah kuburan atau meminta-minta sesuatu kepada kuburan.Oleh karena itu, daripada tidak memperoleh penjelasan dari petugas pemakaman, peziarah terutama jamaah haji Indonesia sebaiknya meminta diantar petugas bimbingan ibadah kloternya masing-masing atau mukimin setempat.

Di tengah-tengah areal pemakaman yang terletak persis di sisi kanan Masjid Nabawi, petugas pemakaman senantiasa memperingatkan pengunjung agar tidak melakukan bid`ah. Kalau peziarah berkerumun di suatu kubur yang diduga kuburan Siti Fatimah, misalnya, petugas segera mencoba membubarkan kerumunan itu sambil mengingatkan agar tidak tergelincir kepada kemusyrikan. Apalagi kalau jamaah itu berdoa sambil menangis di sisi kuburan.Yang menarik adalah peziarah asal Iran yang menganut Syiah berdoa dengan caranya yang khas, dengan suara nyaring berdoa di sisi kuburan yang diyakini sebagai kuburan istri-istri Nabi SAW. Mereka seakan tak peduli petugas pemakaman yang menghimbau agar tidak berkerumun di kuburan sambil berdoa.(MCH/Ims)