IKIM-UNAND Jalin Kerjasama Rancang HDI

Padang, 5/6 (Pinmas) - Unand Padang jalin kerjasama dengan Institute Kefahaman Islam Malaysia (IKIM) merancang indeks pembangunan manusia (HDI) sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Kerjasama tersebut ditandai dengan penanda tanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor Unand Padang Prof Dr Ir H Musliar Kasim, MS dengan pengurus IKIM Tan Sri Dato` Seri Ahmad Sarji bin Abdul Hamid, di Padang, Senin."IKIM dilibatkan dalam kerjasama untuk merancang pola HDI versi Indonesia itu, karena negara jiran tersebut dinilai cukup berhasil meningkatkan taraf hidup penduduknya, tercatat HDI Malaysia menduduki peringkat 56 dunia," katanya.Tolak ukur HDI  yang diprogramkan IKIM, menurut Musliar  terbagi dua yakni indeks pembangunan ekonomi dan indeks pembangunan sosial.

Negara jiran itu merinci indikator indeks pembangunan ekonomi diantaranya pendapatan perkapita, tingkat pengangguran, indeks harga pengguna, indeks pengeluaran industri, jumlah ekspor dan impor.Sedangkan rincian indeks pembangun sosial adalah terkait jumlah  dan kepadatan penduduk, kadar pertambahan penduduk tahunan, `angka jantina`,  tingkat pengangguran, jumlah pekerja, buruh dan jumlah kedatangan pelancong."Ada beberapa indikator HDI Malayasia yang bisa diadopsi bagi pengukuran HDI Indonesia ke depan," katanya dan menambahkan melalui join seminar " Agenda pembangunan ummah Semasa", diharapkan Unand dapat mengambil input-input. 

 Ia menambahkan, HDI penting untuk mengukur sejauh mana peningkatan pembangunan manusia suatu negara dari tahun ke tahun.Pengurus IKIM Tan Sri Dato` Seri Ahmad Sarji bin Abdul Hamid, menyatakan keberhasilan Malaysia meningkatkan taraf hidup penduduknya akibat gencarnya upaya pemberantasan kemiskinan melalui pengembangan  struktur ekonomi baru. "Malaysia lebih banyak mengandalkan pengembangan lapangan kerja oleh pihak swasta serta mengembangkan strategi pembangunan SDM yang tersusun rapi," katanya. (Ant/Myd)