Haul ke-7, Wamenag Kenang Teladan KH Hafidz Usman

Pandeglang (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menghadiri haul ketujuh KH Hafidz Usman, di Pandeglang, Banten. Dalam kesempatan tersebut, Wamenag mengenang sosok  KH Hafidz Usman sebagai sosok yang telah meninggalkan banyak teladan, khususnya bagi para ulama. 

Bagi para ulama, lanjut Wamenag, ada pelajaran penting yang harus dipelajari dari sosok mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut. Setidaknya ada dua tanggung jawab ulama yang telah dicontohkan dengan baik oleh KH Hafidz Usman. 

"Beliau telah mengajarkan kepada kita semua tentang tugas ulama, yaitu tanggung jawab keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan," ungkap Wamenag, Kamis (19/8/2021). 

Wamenag menjelaskan, tanggung jawab keagamaan yang diemban oleh ulama adalah membentengi umat dari akidah dan pemikiran yang sesat. "Termasuk membentengi umat dari perbuatan yang tidak baik," kata Wamenag.

Menurut Wamenag Zainut Tauhid, di masa transformasi digital, tantangan membentengi umat dari perbuatan tidak baik ini pun semakin besar. Salah satu contoh dari perbuatan tidak baik adalah menyebarkan berita hoax. Setiap hari, melalui handphone yang ada di genggaman seseorang menerima banyak sekali informasi. 

Di sinilah ulama memiliki peran untuk mengingatkan umat. "Allah dalam Al Qur'an berpesan, bahwa berita yang kita terima hendaknya dikroscek (fatabayyanuu) kebenarannya, jangan diterima mentah mentah," kata Wamenag. 

"Berita benar saja, belum tentu baik untuk kita sebarkan. Kita agar mempertimbangkan baik secara konten, baik secara waktu. Baik untuk orang tua, belum tentu baik untuk anak-anak. Dari sisi waktu, misalnya apakah informasi ini baik untuk kita bagikan padahal orang lain dalam kesusahan? inilah pentingnya untuk saring sebelum sharing. Harus jelas sumber atau sanadnya," lanjutnya. 

Selanjutnya, Wamenag menjelaskan, yang mesti diemban para ulama adalah tanggung jawab kebangsaan. KH. Hafidz Usman adalah aktifis dan politisi. 
"Sebagai politisi Kyai Hafidz Usman mengajarkan kepada kita semua agar menggunakan politik untuk keadilan. Sebagai anggota DPR, beliau selalu berpihak kepada umat. Perjuangan beliau untuk kemashlahatan rakyat banyak," kata Wamenag. 

"Semoga apa yang pernah beliau ajarkan kepada kita semua menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak terputus. Amiin," tandas Wamenag.

KH Hafidz Usman lahir di Pandeglang, Banten 14 Januari 1940. Kiprah keummatannya dia mulai sejak muda. Sebelum aktif di MUI, dia aktif di PBNU, sejak dari tingkat kabupaten hingga Pusat. Ia meninggal dalam usia 74 tahun, saat menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Lingkungan Hidup.