Harapan Baru

Yathāpi puppharāsimhā kayirā mālāgune bahu, Evaṁ jātena maccena kattabbaṁ kusalaṁ bahuṁ. Seperti dari setumpuk bunga dapat dibuat banyak karangan bunga. Demikian pula hendaknya banyak kebajikan dapat dilakukan oleh manusia di dunia. (Dhammpada, Syair 53)

Tahun ini, Tahun Baru Imlek 4720 berdasarkan perhitungan Huangdi Era atau Imlek 2573 perhitungan Khongzi jatuh pada 1 Februari 2022. Tahun Baru Imlek merupakan suatu perayaan tradisi yang ada di Tiongkok. Berawal dari sebuah tradisi menyambut musim semi, pada perkembangannya Imlek ditetapkan menjadi pergantian tahun. 

Imlek menggunakan perhitungan kalender bulan, di mana peredaran bulan mengelilingi bumi. Sebagai momentum berbagi kebahagiaan, Imlek menjadi tradisi masyarakat Tionghoa yang dirayakan di mana pun mereka berada.

Masyarakat Tionghoa yang memeluk agama Buddha juga merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun Baru Imlek dirayakan dengan ungkapan rasa syukur, wujud bakti, silaturahmi, semangat berbagi serta doa dan harapan. Makna tersebut terdapat dalam setiap rangkaian kegiatan Imlek.

Setidaknya ada tiga hal penting yang terkandung di dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Pertama, rasa syukur. Rasa syukur diungkapkan atas segala pencapaian yang telah diraih pada tahun sebelumnya. 

Kedua, sarana introspeksi diri. Introspeksi diri dilakukan atas pikiran, ucapan dan perbuatan kurang baik yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya. Serta bertekad untuk menumbuhkan dan mengembangkan pikiran, ucapan dan perbuatan baik dalam diri kita pada tahun berikutnya. 

Ketiga, simbol harapan baru. Simbol harapan akan keberkahan yang melimpah. 

Ucapan selamat Imlek berisi harapan agar semua berkah kebaikan (kesehatan, usia panjang, kesuksesan, kekayaan lahir dan batin, persatuan, kerukunan dan kebahagiaan) senantiasa menyertai di tahun baru. Harapan baru yang diucapkan ini merupakan hal yang wajar. Karena sebagai makhluk sosial kita memiliki harapan untuk meraih kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.    

Mengucapkan harapan baru dengan penuh ketulusan dan pikiran yang positif merupakan sebuah langkah awal yang baik. Dengan mengharapkan orang lain dapat meraih semua berkah kebaikan, maka secara tidak langsung kita pun telah mulai berupaya untuk dapat meraih semua berkah kebaikan tersebut. Untuk meraih itu semua, tentunya harus dibarengi pula dengan tindakan nyata dan didukung dengan buah dari perbuatan baik yang telah dilakukan selama ini.

Guru Agung Buddha di dalam Vibhanga 216, 413 menyatakan ada empat macam prinsip kesuksesan (Iddhipada 4). Yaitu: kepuasan dan kegembiraan di dalam mengerjakan hal-hal yang sedang dikerjakan (chanda), usaha yang bersemangat di dalam mengerjakan sesuatu (viriya), memperhatikan dengan sepenuh hati pada hal-hal yang sedang dikerjakan tanpa membiarkannya begitu saja (citta), dan merenungkan dan menyelidiki alasan-alasan di dalam hal-hal yang sedang dikerjakan (vimamsa). Barang siapa ingin meraih kesuksesan, patut mempraktikkan empat prinsip ini. 

Keempat prinsip ini apabila dipenuhi akan dapat membawa seseorang mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki orang tersebut. Namun terkadang keempat prinsip ini kadang terbaikan dan terlupakan, walaupun seseorang sangat berharap untuk meraih semua berkah kebaikan.

Selamat merayakan Tahun Baru Imlek dengan harapan baru akan keberkahan yang melimpah. Tentunya dengan dibarengi mempraktikkan empat macam prinsip kesuksesan (Iddhipada 4), agar harapan-harapan baru yang ada dapat diraih dan dapat terwujud. Tidak hanya menjadi harapan baru semata, yang sulit untuk dapat diraih. 

Semoga semua berkah kebaikan menyertai kita semua; negara Indonesia tercinta senantiasa aman, damai dan terhindar dari segala marabahaya, malapetaka dan musibah termasuk pandemi Covid-19 dapat segera teratasi dan berlalu; dan masyarakat senantiasa hidup bersatu, rukun, harmonis dan sejahtera.

Semoga semua makhluk berbahagia.


TERKAIT

REKOMENDASI