Giliran Jeddah Banjir Duit

Jakarta, 8/1 (Pinmas) - Hampir semua jemaah haji tak bisa menabaikan Jeddah untuk sasaran terakhir ziarah. Jeddah juga termasuk kota tua yang memiliki sejarah yang terkait dengan Islam. Khalifah Usman bin Affan pernah mandi di Laut Merah saat perjalanan dinasnya ke kota Jeddah. Bahkan Khalifah Usman sempat membangun sebuah masjid di Balad, yang hinga kini biasa disinggahi jemaah.

Namun tak hanya iu yang menarik tentang Jeddah. Meski Makam Siti Hawa tak lagi dibuka untuk jumaah, tapi, barang murah yang dijual tak jauh dari makam itu justru menjadi primadona Jeddah. Harian Saudi Gazette edisi Senin, 8 Januari ini melaporkan hiruk pikuk wilayah Balad, jantung kota Jeddah dengan kehadiran ribuan jemaah haji yang tak segan-segan merogok sisa kocek dengan ratusan uang riyal dan dolar mereka.Yang trak biasanya kali ini adalah tak tampaknya emaah haji asal Rusia (Daghestan dan Chechnya) yang biasanya menjajakan barang produksi mereka seperti kamera dan teropong di pinggir jalan. Sebab, menurut pengawas pasar di Jedah, jalanan kini tak boleh lagi dijadikan tempat berdagang.

"Membeli dan menjual barang di jalanan dilarang," kata pengawas itu."Jemaah haji yang banyak belanja di Jeddah adalah jemaah asal Nigeria, Senegal, dan Mauritania," kata Salah Qassim, seorang pedagang emas di Balad. “Emas di Jedah indah karena dihias kristal dan dibentuk sangat bagus yang tak kami temukan di negara kami. Lagian, membeli emas di tanah suci memiliki arti lain bagi kami," kata Haji Mohammed, jemaah haji asal Senegal. Membeli oleh-oleh menjadi keinginan mereka untuk keluarga dan sanak famili mereka di negara asalnya.Seorang jemaah haji asal Indonesia yang sempat diwawanara Saudi Gazette juga menuturkan sisi lain oleh-oleh tanah suci itu. "Oleh-oleh dari tanah suci sudah menjadi budaya sejak dahulu. Pula, saya membeli oleh-oleh semampu saya" kata Rasheed Habibullah. Ibu Rasheed naik haji tahun 1970-an dengan ditemani seorang saudaranya dan sempat memiliki potret kenangan. "Yang penting adalah kenangan foto di sini," kata Rasheed.(MCH/Ims)