GELANG HAJI, SEKARANG DIBAGI DI PENERIMAAN

Surabaya,  28/11 (Pinmas) - Berawal dari para Karu (Ketua Regu) di kloter campuran, di saat mendapat tugas membagikan gelang haji ke anggotanya, mereka mengalami kesulitan dalam mencari anggotanya karena selain belum pernah kenal dan ketemu, kamar-kamar merekapun berpencaran. Akhirnya PPIH Bidang Perbekalan membuat terobosan dengan mengadakan uji coba membagikan gelang haji pada saat penerimaan. Diawali pada saat kloter 23 masuk AHS, proses pembagian gelang haji dilakukan bersamaan dengan pemberian buku kesehatan, uji coba awal berjalan lancar.

Begitu juga saat kloter 24, 25 dan 26 semua berjalan lancar, tapi saat kloter 27 asal Kabupaten Magetan dan Kabupaten Pacitan datang proses pemberian gelang haji tidak bisa dilakukan, karena kloter yang sedianya diterima pukul 08.00 WIB ternyata datang lebih awal, bahkan sangat pagi yaitu pukul 04.30 WIB mereka sudah berada di AHS, akhirnya pemberian gelang untuk kloter 27 tersebut kembali ke semula yaitu waktu pembinaan dan pemantapan Karu Karom. Untuk selanjutnya gelang haji akan tetap diberikan saat di penerimaan, dengan harapan gelang tersebut bisa cepat diterima para CJH dan bila terdapat kekeliruan atau kesalahan bisa cepat dibetulkan.

Semua ini dilakukan PPIH dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap para CJH. Bila ada kesalahan pada gelang haji, CJH bisa langsung ke tempat pembuatan gelang haji berada di gedung A1 lantai 2, persis di atas tangga, untuk diperbaiki atau diganti dengan yang baru tanpa biaya alias GRATIS. Tahun ini yang memenangkan tender pembuatan gelang untuk seluruh CJH Indonesia adalah CV. Mustika Kelapa Jakarta milik Bapak Rizal, sedangkan pelaksananya tetap yang dulu yaitu UD.

Logam Jaya Abadi dari Jepara pimpinan Bapak Rozikhan, Pria asal Bakalan Kalinyamatan Jepara tersebut mempunyai karyawan sekitar 100 orang yang disebar di 13 embarkasi seluruh Indonesia, untuk embarkasi Surabaya sendiri ada 13 orang. Pada gelang haji yang dipakai oleh para CJH dan para petugas itu tertera Bendera Merah Putih, Kode Embarkasi, Nomor Kloter, Nomor Paspor dan Nama CJH.

Bila identitas CJH atau petugas hilang semua, termasuk tas paspor, maka gelang tersebut menjadi petunjuk terakhir untuk mengenalinya. Untuk itu, maka para CJH dan para petugas harus mengenakan gelang tersebut sejak diterima sampai kembali lagi ke Indonesia. Hari ini (28/11) kloter akhir gelombang I yaitu kloter 38 menurut jadwal akan terbang pukul 22.35 WIB, sedang kloter awal dari gelombang II yaitu kloter 39 asal Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya diterima masuk AHS pukul 17.00 WIB. (shi&SR)