FKUB Kota Medan Lahirkan 24 Mediator Kerukunan

Medan (Kemenag) ---- Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Ilyas Halim menyampaikan bahwa ikhtiar membangun kerukunan antar-intern umat beragama di kota Medan dapat berjalan baik atas kerjasama antar semua golongan masyarakat.

Peran tokoh-tokoh agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat menjadi salah satu unsur penting yang harus terus menjadi perhatian FKUB Kota Medan.

Berkenaan dengan hal itu, FKUB Kota Medan menggelar pelatihan dan sertifikasi mediator yang bekerjasama dengan PUSAD Paramadina & Pusat Mediasi Nasional (PMN).

"Pelatihan ini diikuti oleh 33 peserta. Mereka diberi pelatihan selama 40 jam dengan pemateri yang berkompeten di bidangnya. Mereka mendapat banyak materi seperti kajian umum tentang alternarif penyelesaian sengketa, analisa konflik, negosiasi dan mediasi," kata Ilyas Halim, di Medan, Minggu (24/7/2022).

"Alhamdulillah dari 33 peserta, dinyatakan lulus sebanyak 24 orang. Dan mereka mendapat sertifikat mediator dan ID sebagai mediator," sambung Ilyas Halim.

Ilyas Halim menyampaikan 23 orang mediator ini akan menjadi tokoh kerukunan umat beragama. Mereka diharapkan dapat bersama memelihara suasana kondusif dan merawat harmonisasi khususnya di Kota Medan.

"Pelatihan ini merupakan Angkatan 1 dan pertama kali dilakukan di FKUB Medan. Peserta terdiri dari utusan ketua ormas keagamaan, tokoh masyarakat, pemuda dan anggota FKUB. Mediator yang bersertifikat dan handal dapat membantu memediasi berbagai konflik yang terjadi di Kota Medan, untuk kota Medan yang berkah, harmonis dan toleran,” kata Ilyas Halim.

Ilyas Halim juga menyampaikan mediator kerukunan ini penting dan sangat dibutuhkan perannya membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan dan kerukunan umat beragama.

Terpisah, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution yang diwakili Kesbangpol, Arjuna Sembiring menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat tepat, apalagi dihadiri langsung oleh tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta beberapa pimpinan Ormas.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk mendidik peserta agar menjadi mediator kerukunan yang handal di tengah masyarakat,” tandas Arjuna Sembiring.

Pdt. Mariati Barus, salah satu mediator kerukunan yang dinyatakan lulus, menyampaikan terima kasih kepada FKUB Kota Medan, PUSAD Paramadina & Pusat Mediasi Nasional (PMN) yang telah menggelar pelatihan ini.

"Selama pelaksanaan pelatihan, kami mendapatkan ilmu yang bermanfaat utamanya tentang membangun kerukunan ditengah masyarakat," tandas Pdt Mariati Barus.