DPR Akan Klarifikasi Anggotanya Yang Jadi Calo Pemondokan Haji

Jakarta, 6/6 (Pinmas) - Komisi VIII DPR RI akan mengklarifikasi pernyataan Menteri Agama M Maftuh Basyuni yang mengungkapkan bahwa anggota komisinya, Aziddin yang juga berasal dari Partai Demokrat, ikut bermain dalam percaloan pemondokan haji di Arab Saudi. "Sebelum berangkat Pak Aziddin melapor kepada kami untuk melakukan umroh, selain itu juga ada izin dari Ketua Fraksi Demokrat dan rencananya hari ini beliau sudah pulang, tetapi sampai sore belum kelihatan," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Hasrul Azwar di Jakarta, Selasa.Ditanya tindakan apa yang akan dilakukan Pimpinan Komisi VIII DPR, jika ternyata salah satu anggotanya terbukti benar menjadi calo pondokan haji, Hasrul hanya mengatakan, pihaknya harus mengetahui dulu persoalannya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Senin, Maftuh Basyuni meminta Aziddin meminta maaf atas permainannya dalam pemondokan haji dengan mengatasnamakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono."Dia bilang Presiden yang mau. Anak buah saya Shomad (Kepala Teknis Urusan Haji Nur Shomad Kamba -red) tidak mau menerima," katanya dengan nada tinggi. Menag mengatakan, bahwa Aziddin tidak lama lagi akan pulang dari Arab, dan jika Aziddin tak langsung bersedia meminta maaf, pihaknya akan melaporkan kasus percaloan tersebut kepada Presiden."Saya pasang badan karena saya juga sebagai pembantu presiden," katanya.

Menag menegaskan ketidakpercayaannya bahwa seorang Presiden mengurusi hal-hal kecil seperti merekomendasikan pemondokan bagi jemaah haji di tanah suci.Menag yang pernah tinggal lama di Arab Saudi sebagai duta besar itu menyesalkan masih banyaknya calo-calo pemondokan yang membuat harga pemondokan bagi jemaah haji menjadi semakin mahal."Mereka ingin menggolkan pemondokan milik pangeran Nawaf. Padahal pangeran juga bisa keturunan Abu Jahal," katanya.Menag juga menyebut-nyebut nama Fauzi Fathony dan Isom Fathony dalam kaitannya dengan percaloan pemondokan di Arab Saudi.Dalam kesempatan itu Menag juga mengatakan pihaknya telah berhasil memperoleh 165 unit pemondokan dengan kapasitas huni bagi 155 ribu jemaah haji 1427 H/2006. Untuk ini, ujarnya, pihaknya telah meminjam Dana Abadi Umat (DAU) sebagai uang muka pemondokan.(Ant/Ba)