Dikunjungi Komisi VIII DPR RI, MIN Denpasar Sampaikan Perluasan Gedung

Denpasar (Kemenag) --- Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Denpasar Jamaluddin mengajukan perluasan gedung pada saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Denpasar (20/12/2021).

Perluasan gedung ini diajukan dikarenakan besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya pada MIN satu-satunya di Kota Denpasar ini. Menurut pria yang biasa disapa Jamal ini, setiap tahun pihak madrasah menolak lebih dari 400 siswa setiap musim pendaftaran.

"Setiap tahun animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MIN semakin tinggi, tapi sayangnya kita kekurangan rombel, sayang sekali," ujar Jamal.

Kekurangan rombel ini, menurut Jamal, dikarenakan sempitnya lahan yang dimiliki MIN Denpasar. Sehingga, pembangunan harus ke atas (bertingkat, red). Untuk itu, saat ini dirasa tepat mengajukan perluasan gedung dengan para pemangku kebijakan dari senayan.

"Kami tunggu sekali momen ini, alhamdulillah bisa bertemu bapak ibu sekalian. Kami harapkan bapak ibu dapat merespon langsung kebutuhan kami di MIN Denpasar ini," imbuhnya.

Ketua TIM Kunker Komisi VIII Provinsi Bali TB. Ace Hasan Syadzily mengatakan semangat dari semua guru dan tenaga pendidik yang luar biasa ini layak diapresiasi, terlebih ini juga kebutuhan masyarakat.

"Silahkan diajukan saja, mudah-mudahan bisa direalisasikan segera sesuai aturan perundang-undangan. Mengingat tanah MIN ini tanah wakaf, jadi pengajuannya bisa dilakukan dengan Rupiah Murni," terang Ace.

Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah/Madrasah Kejuruan, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Anis Masykhur yang hadir pada acara kunker komisi VIII ini mengatakan perkembangan MIN Denpasar cukup pesat meski berdiri di perumahan padat penduduk dan bukan beragama Islam.

Dikatakan Anis, keberhasilan ini juga merupakan wujud moderasi beragama di Kota Denpasar yang bisa dijadikan rujukan oleh kota-kota lain untuk menciptakan kerukunan di tengah banyaknya hoax di media sosial yang kerap kali menimbulkan pertentangan.

"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan terkait moderasi beragama di madrasah. Namun praktik yang ada saat ini sudah cukup mencerminkan kerukunan yang terus menjadi ciri-ciri dari bangsa kita," ujarnya.

MIN Denpasar merupakan satu-satunya madrasah negeri di kota Denpasar, dengan jumlah siswa sebanyak 472 orang. Berdiri di lingkungan padat penduduk namun siswa yang bersekolah di MIN Denpasar banyak yang berasal dari kecamatan sekitar dengan radius 3 - 10 KM.