Depag Berupaya REvisi Besaran Kenaikan Biaya Haji

Jakarta, 9/6 (Pinmas)  -  Menteri Agama Maftuh Basyuni menegaskan pemerintah berupaya merevisi besaran kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar sekitar 200 dolar AS yang telah disetujui oleh DPR. "Caranya dengan mengurangi sejumlah komponen yang sebelumnya dibebankan kepada jemaah," kata Menag dalam coffee morning dengan wartawan di Jakarta, Jumat.

Langkah tersebut menurut Menag sebagai tindak lanjut dari perintah Presiden yang meminta agar kenaikan BPIH sekitar 200 dolar dikaji ulang."Ada komponen yang masih bisa dialihkan agar tidak memberatkan jemaah seperti "indirect cost" yang sepenuhnya harus ditanggung pemerintah," katanya.Menurut Menag, pada tahun lalu, indirect cost yang ditanggung pemerintah dalam APBN-Perubahan Rp71 miliar.

Untuk musim haji mendatang, ujar Menag, dianggap masih kurang karena indirect cost yang sebenarnya sebesar Rp140 miliar diharapkan seluruhnya bisa ditanggung pemerintah.Menag mengatakan, berapa persisnya upaya penurunan BPIH dari kenaikan 200 dolar AS masih dalam perhitungan."Kalau tahun lalu BPIH hanya naik sekitar 70 dolar AS, mudah-mudahan tahun ini juga kita kembali pada kenaikan 70 dolar seperti tahun lalu," katanya.Menag menambahkan, kenaikan BPIH disebabkan antara lain adanya kenaikan biaya plafon pondokan dari 1.550 Riyal menjadi 2.000 Riyal serta bahan bakar minyak (BBM) pesawat yang membuat kenaikan tarif pesawat mengalami kenaikan dari 1.235 menjadi 1.274 dolar AS. 

Soal biaya tidak langsung (indirect cost), ujarnya, merupakan biaya yang sebetulnya tidak dibebankan kepada jemaah seperti biaya sewa kantor, sewa ambulans dan biaya honor petugas yang semuanya itu harus ditanggung negara. SeragamDalam kesempatan itu Menag juga menegaskan bahwa warna seragam haji nasional hijau telur asin sedangkan untuk model seragamnya, bahan dan jahitannya diserahkan kepada masing-masing jemaah."Sanksi bagi yang tidak menggunakan seragam sedang dipikirkan, ada yang lantang menolak lebih baik tidak usah berangkat saja, ini juga dalam rangka perbaikan pelayanan juga," katanya.(Ant/Myd)