Demo Anti Invasi Israel Terus Berlanjut Di London

London 6/8 (Pinmas) - Demonstrasi  menentang invasi Israel ke Lebanon terus berlangsung selama tiga minggu di London dan aksi yang dilakukan setiap akhir pekan itu selalu ramai diikuti oleh tidak saja warga Muslim di Inggris Raya tetapi juga penganut berbagai agama lainnya bahkan dari bangsa Yahudi sendiri . Speakers` Corner, yang berada di Hyde Park, menjadi tempat para pembicara yang menyampaikan pandangannya mengenai aksi untuk menghentikan penggunaan senjata pemusnah massal atau Weapon of  Mass Destruction (WMD) Israel.  

Para pembicara  boleh berbicara apa pun dan mereka tidak akan ditangkap, demikian laporan ANTARA dari London, Minggu siang..Para demonstran yang datang dari berbagai kota melakukan pawai mulai dari gedung parlemen di Parliament Square menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat yang tidak jauh dari KBRI London dan menuju Downing Street, kantor Perdana Menteri Tony Blair. Masyarakat Indonesia yang berada di Inggris Raya juga tidak ketinggalan untuk bergabung dengan lautan massa yang memenuhi jalan dengan tertib dan dikawal oleh polisi dan pasukan Steward (penjaga keamanan( yang biasanya berasal dari para pendemo yang diminta untuk menjadi Steward.      

Seorang wanita muda Indonesia yang menikah dengan pria Inggris belum lama ini , Yuni sangat bangga bisa menjadi Steward dalam demo yang diikutinya pada Minggu lalu. "Saya senang bisa ikut membantu," ujar Yuni yang mengajar mengaji pada kelompok pengajian An Nasihah, London. "Kita janjian ikutan demo ya," ujar Yenny, yang belum lama berhasil meraih gelar  Phd- nya di Imperial Collage London dalam pesan singkatnya yang ANTARA terima sehari sebelumnya. 

Sementara itu Ketua Keluarga Islam Indoensia di Britania Raya (KIBAR) Bernardi Pranggono mengatakan bahwa tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menyetop aksi WMD Israel dalam aksi terrornya. "Kontribusi kecil kita sebagai warga untuk menyetop aksi itu hanya dengan meneruskan ajakan berdemontrasi bersama-sama.," kata Bernardi.   Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Muslim Anwar, yang tengah menyelesaikan pendidikannya Phd di Brunel University Inggris dengan menyebutkan bahwa upaya demo ini menjadi sarana --entah seberapa pun kecilnya-- membuka mata dunia agar kebiadaban ini segera diakhiri. Ajakan untuk berdemi juga disampaikan oleh International Union for Muslim Scholars (IUMS) yang diketuai Sh. Qaradhawi yang menyerukan muslim di seluruh dunia untuk turut serta berdemonstrasi pada akhir minggu.   Pemerintah Inggris memberikan izin untuk melakukan demo hanya pada akhir pekan agar tidak menganggu kehidupan kota metropolitan Inggris yang sangat sibuk di hari-hari kerja. Tidak kurang dari 100.000 orang turun ke jalan di kota London, walaupun polisi menyebutkan bahwa pendemo tidak lebih dari 20.000 orang .  

 Sementara itu  , berbagai lembaga sosial di Inggris seperti Palang Merah atau British Red Cross melakukan penggalangan dana bagi membantu para korban khususnya di wilayah Lebanon."Middle East Crisis, Please help now,"  demikian iklan yang dimuat dalam berbagai media Inggris itu.   Kebijaksanaan pemerintahan Perdana Menteri Tony Blair, dalam masalah krisis Timur Tengah memang tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak bahkan pengumpulan tanda tangan agar dilakukannya gencatan senjata terus bertambah termasuk dari anggota Partai Buruh sendiri.  Demo akan terus berlanjut di Kerajaan Inggris, meskipun hanya diadakan pada akhir pekan, dan dilakukan secara tertib dan beradab dengan melakukan pawai dan berkumpul di gedung parlemen yang tidak jauh dari Big Ban yang menjadi  ciri khas atau landmark kota London.(Ant/Ims)


REKOMENDASI