Delegasi UEA Undang Menag Yaqut di Konferensi Abu Dhabi

Jakarta (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menerima kunjungan delegasi Dewan Fatwa Syariah Uni Emirat Arab (UEA). Pertemuan yang membahas hubungan dan kerja sama antar negara ini berlangsung di ruang kerja Wakil Menteri Agama, Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta.

Delegasi Dewan Fatwa Syariah Uni Emirat Arab (UEA) dipimpin Dubes UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri. Dia hadir bersama jajaran petinggi Dewan Fatwa Syariah  dan Forum Promosi Perdamaian Abu Dhabi (UEA). 

Mereka di antaranya Sekretaris Jenderal, Al-Mahfouz bin Bayyah, Direktur Pelaksana Khalifah Adh-Dhahiri, Direktur Pelaksana, Sekretaris Aisyah al-Ka’bi, Rasyid al-Minhali dan Amany Muhammad.

Sementara Wakil Menteri Agama dalam pertemuan tersebut didampingi Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Kabag Kerjasama Luar Negeri Kemenag, Khoirul Huda Basyir.

Dubes UEA untuk Indonesia Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri dalam pertemuan itu mengatakan kunjungan delegasi Dewan Fatwa Syariah UEA dalah untuk menyampaikan undangan resmi Konferensi Abu Dhabi yang merupakan kegiatan perdana pascapandemi Covid-19 untuk Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

"Kami sangat berharap Menteri Agama dan Wakil Menteri Agama dapat hadir dalam konferensi Abu Dhabi, karena ini merupakan amanah langsung dari ketua konferensi," ujar Abdullah Salem Obeid Al Dhaheri, Jumat (29/7/2022).

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah UEA dan panitia konferensi yang sudah mengundang Menteri Agama untuk hadir dalam kegiatan tersebut. 

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dari pemerintah UEA dan panitia konferensi untuk mengundang Menteri Agama. Sedianya beliau menerima kunjungan ini namun di kesempatan yang sama ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga Menteri Agama menyampaikan permohonan maaf dan menyampaikan salam hormat. Undangan ini akan kami sampaikan langsung kepada Menteri Agama," kata Zainut Tauhid.

"Kerja sama yang sudah terjalin kuat antara Indonesia dengan UEA baik di bidang investasi, keagamaan, pendidikan dan bidang lainnya tidak lepas dari kerja keras Dubes UEA. Dan itu juga dapat dibuktikan dengan kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo yang sudah tiga kali ke Abu Dhabi," sambung Wamen.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menambahkan pada Mei 2022 UIN Jakarta sudah menandatangani MoU bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat dengan Universitas Muhammad Bin Zayed Uni Emirat Arab.

"Mereka berharap kerja sama ini lebih efektif dan akan ada pertukaran dosen dan mahasiswa dalam pengembangan budaya dan penelitian bersama. Dengan PBNU juga sudah terjalin kerja sama dalam pembangunan Universitas Nadhalatul Ulama di Yogyakarta. Inilah pengembangan kerja sama bidang pendidikan dengan UEA," tandas Amany Lubis.