Buka FORDETAK, Wamenag Ajak Dosen Lahirkan Pemimpin Perubahan

Palangkaraya (Kemenag) --- Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meingatkan semua tenaga pendidik untuk menghasilkan lulusan dan sumber daya yang dapat memenuhi kepentingan nasional dan berperan aktif menjadi pemimpin perubahan.

Hal ini disampaikan Wamenag saat membuka kegiatan Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan (FORDETAK) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah Senin (14/2/2022).



Dikatakan Wamenag, perguruan tinggi keagamaan harus dapat mempersiapkan mahasiswa yang berperan aktif menjadi pemimpin perubahan, mampu membaca tanda-tanda zaman. "Kehati-hatian, ketelitian dan objektifitas adalah karakter pokok bagi bapak ibu selaku akademisi dan pendidik untuk mencermati fakta dan kondisi sekarang ini," jelas Zainut.

"Kita juga dituntut untuk dapat mengatasi sisi lain dari akselerasi penggunaan teknologi informasi. Sisi lain itu adalah masalah literasi informasi, termasuk validasi informasi, juga etika berkomunikasi agar penyakit seperti misinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian dapat diminimalisir," imbuhnya.

Senada dengan Wamenag, ketua FORDETAK Sururin mengatakan bahwa para Dekan Tarbiyah dan Keguruan Se Indonesia ini sepakat untuk mewujudkan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat regional dal global.

"FORDETAK juga merancang program-program yang bersifat strategis, seperti merancang roadmap pendidikan Islam Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045, menghidupkan kembali konsorsium nasional pendidikan Islam hingga melakukan advokasi terkait RUU Sisdiknas agar berbagai pihak terkait dilibatkan dalam perumusan RUU Sisdiknas," terang Sururin.

Tampak hadir, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah Noor Fahmi, Rektor IAKN Palangkaraya Telhalia, Rektor IAHN Tampung Penyang Palangkaraya I Ketut Subagiasta dan Kepala Kan Kemenag Kota Palangkaraya Nur Widiantoro.



Rektor IAIN Palangkaraya Khairil Anwar menilai kegiatan Forum Dekan Tarbiyah dan Keguruan sangat tepat dilakukan untuk mengupgrade informasi demi tercapainya tujuan pembangunan sumber daya yang berkualitas dan mampu bersaing di level internasional.

"Banyak hal yang bisa dicapai dari kegiatan ini, misalnya dapat menjadi media konsolidasi organisasi dan pengembangan jaringan, membangun kerjasama dan menjalin kesepahaman persepsi dalam menyikapi kebutuhan masyarakat, juga menjadi ajang publikasi ilmiah seperti seminar, jurnal dan prosiding dan persiapan pelaksanaan kegiatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2022," tutur Khairil.

"Diselenggarakannya kegiatan ini, tentu menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan kualitas PTKIN di Indonesia, baik pada aspek kompetensi lulusan, kemampuan bahasa Internasional, kemampuan bekerjasama, hasil penelitian, dan kemampuan tenaga dosen, guna menghadapi persaingan Internasional pendidikan," pungkas Khairil.