Berlangsung Tiga Hari, Ini 12  Rangkaian ACRP 2022

Tangerang (Kemenag) --- Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2022. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini berlangsung selama tiga hari, mulai 22-24 November 2021. 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Direktur Diktis) Suyitno mengungkapkan, antusiasme peneliti di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sangat tinggi. Terbukti dari jumlah proposal yang masuk mengalami peningkatan yang luar biasa yaitu 2.957 proposal pada tahun 2020. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya, di mana Ditjen Pendis Kemenag hanya menerima  2.314 proposal pada tahun 2019.

Suyitno menjelaskan, terdapat 996 proposal yang menjadi nominee penerima bantuan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian Masyarakat (Litapdimas) 2022, dan harus mengikuti review dalam ACRP kali ini. "Selama tiga hari kedepan, reviewer akan menguji dan menyeleksi ketat 996 proposal terpilih sebagai calon nominee penerima bantuan," ujar Suyitno, Senin (22/11/2021). 

Ia menambahkan, selama tiga hari ini, selain proses review proposal juga terdapat 12 rangkaian seminar dan kegiatan dilaksanakan dalam ACRP. Ini terdiri dari peluncuran buku, Plennary Session Seminar, dan 10 Parallel Session Seminar. 

Pertama, kegiatan diawali peluncuran buku "Routledge Series on Islam and Muslim Societies in Indonesia". Buku ini merupakan hasil kerjasama Ditjen Pendis Kemenag dengan Routledge, sebuah penerbit Inggris yang bereputasi internasional. 

Kedua, akan digelar Plenary Session Seminar yang mengangkat tema “Agenda Dunia PTKI: Merumuskan Metodologi Moderasi Beragama dalam Memahami Teks Keagamaan”. “Dalam seminar ini, kita akan menghadirkan Menteri Agama Periode 2014-2019, Bapak Lukman Hakim Saifuddin,” ungkap Suyitno. 

Moderasi, lanjut Suyitno, merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Sebagai leading sector implementasi penguatan moderasi beragama, PTKI yang dibawahi Kementerian Agama harus turut menggaungkan isu tersebut. “ Ini guna mencegah potensi gerakan ekstrimisme yang mengancam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” tuturnya.

Ketiga, seminar Parallel Session I akan menghadirkan Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA akan menyampaikan materi "Ma’na Cum Maghza sebagai Metodologi Memahami Teks Keagamaan". Sahiron Syamsuddin diketahui merupakan penggagas Metode Ma’na Cum Maghza (McM),

McM dikenal sebagai salah satu jenis pendekatan tafsir yang cukup menjanjikan. Pendekatan tafsir ini akan memudahkan Mufassir dalam menyelisik makna dan pesan utama saat al-Qur'an diturunkan, kemudian mengembangkan pesan utama tersebut untuk konteks masa kini.

Keempat, masih di hari pertama, akan digelar Seminar Paralel Session II dengan tema “Moderasi Beragama dalam Kajian Studi Keislaman”. Sesi ini akan diisi Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Pusat, Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali, M.A

Kelima, akan digelar Parallel Session III yang akan menghadirkan Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mada Sanjaya W.S. Ia akan menyampaikan materi mengenai "Riset Terbaik PTKI se-Indonesia: Integrasi Ilmu Falaq, Sains dan Teknologi Robot dalam Perancangan Alat Ukur Arah Kiblat Portable Menggunakan Metode al-Biruni dalam Kitab Tahdid Nihayat al-Amakin". Sesi ke-5 ini sekaligus menjadi sesi penutup pada hari pertama ACRP 2022. 

Memasuki hari kedua, akan dibuka dengan rangkaian keenam kegiatan ACRP 2022. Dalam seminar Parallel Session IV, akan hadir Dosen UIN Samarinda Alfitri, Ph.D. Ia akan membagikan "Tips dan Mekanisme Penerbitan Internasional: Best Practice ke Routledge" kepada peserta. Alfitri merupakan salah satu penerima bantuan Litapdimas yang bukunya berhasil menembus Routledge, berkat pendampingan intensif dari Diktis Kemenag.

Ketujuh, pada seminar Parallel Session V, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Mujiburrahman, M.A akan menyampaikan materi "Menggagas Metodologi Riset Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam". 

Kedelapan, isu kekinian mengenai "Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual" juga akan dikupas. Materi tersebut akan disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Dr. KH. Imam Nakhai, MA dalam seminar Parallel Session VI. 

Kesembilan, selain mengupas isu-isu kontemporer, narasumber juga akan membagi wawasan seputar pengelolaan jurnal hingga publikasi artikel ilmiah. Rektor UIN Yogyakarta, Prof. Dr. Al-Makin, MA, dalam Parallel Session VII akan membagi pengalamannya dalam "Pengelolaan Jurnal dan Indeksasi Moraref". Moraref merupakan portal akademik yang diinisiasi Kementerian Agama dan dikelola oleh Asosiasi Pengelola Jurnal, Penerbit Universitas dan Lembaga Penelitian. 

Portal ini dibuat untuk mendorong, dan membantu digitalisasi jurnal ilmiah yang diterbitkan lembaga-lembaga di bawah Perguruan Tinggi Islam, memfasilitasi proses indeksasi artikel terbitan, dan menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk proses digitalisasi dan indeksasi. 

Kesepuluh, Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Hj. Martin Kustanti yang akan menyampaikan "Kiat-kiat Publikasi Artikel Ilmiah" dalam seminar Parallel Session VIII.  Sesi ini sekaligus menjadi sesi terakhir pada hari kedua. 

Dua sesi terakhir akan dilanjutkan pada hari ketiga. Diawali Parallel Session IX bertajuk "Metodologi Kemitraan Universitas-Masyarakat: Mengenal Metode PAR, ABCD, CBR, dan SL" oleh Dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jarot Wahyudi, M.A. Lalu Parallel Session X berjudul "Pemerolehan dan Hilirisasi Hak Kekayaan Intelektual", yang akan diisi oleh Hamdan Sugilar, M.Pd dari Sentra HKI UIN Sunan Gunung Djati Bandung.