Belum Terima Pengunduran Waktu Pelaksanaan MTQN

Kendari, 10/6 (Pinmas) - Kanwil Departemen Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum menerima surat pemberitahuan mengenai rencana pengunduran jadwal pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur`an Tingkat Nasional (MTQN) XXI di Kota Kendari, Juli 2006. "Hingga saat ini, kami belum ketahui bila ada rencana pengunduran jadwal pelaksanaan MTQN dari jadwal semula, meskipun akhir-akhir ini marak diberitakan adanya rencana mundur seminggur kegiatan itu," kata Pelaksanan tugas Kakanwil Depag Sultra, Drs H Djamil Malimpo di Kendari, Sabtu.

Menurut Djamil yang juga Kabag TU Kanwil Depag Sultra mengatakan, pihaknya tidak mempunyai kewajiban untuk mengomentari masalah pelaksanaan kegiatan MTQN itu apalagi memberi pernyataan karena itu adalah wewenang Pemprov dan panitia pusat. "Kalau hanya sebatas informasi tentang kapan dan dimana kegiatan pelaksnaan MTQ nanti, mungkin bisa saja kami sampaikan itupun sangat terbatas," katanya.

Sebelumnya, salah seorang panitia MTQN, H Hasbi yang belakangan ini sering mengeluarkan informasi tentang pelaksanan MTQN mengatakan, pihaknya telah menerima informasi tentang rencana pengunduran waktu pembukaan MTQN itu dari pihak yang layak dipercaya di pusat. "Rencana diundurnya jadwal pelaksanaan MTQN sudah ada kabar dari sumber yang layak dipercaya, sehingga sisa menunggu keputusan dari Menteri Agama RI," katanya.

Ia mengatakan, jadwal waktu diundurkannya pelaksanaan MTQN adalah dari jadwal semula 10-17 Juli menjadi 17-23 Juli 2006 dengan pertimbangan bahwa jadwal penutupan dua kegiatan keagamaan besar terjadi bertepatan yakni 17 Juli 2006 penutupan Pesparawi di Medan dan penutupan MTQN di Kendari yang akan dilakukan oleh Wakil Presiden. Hasbi menambahkan, kalaupun memang jadwal pelaksaaan MTQN itu diundur, maka bagi pemerintah provinsi masih mempunyai waktu luang untuk membenahi berbagai sarana yang dianggap belum rampung selama ini. Alun-alun Sultra yang menjadi lokasi utama pelaksanaan MTQN dibangun di atas lahan 14 hektare di pusat Kota Kendari oleh Pemprov Sultra dan diperkirakan rombongan kafilah yang akan tiba di Kendari dari 33 provinsi di tanah air sebanyak 4.000 orang.