Bangsa Indonesia Memiliki Toleransi Etnis Tinggi Tetapi Agama Rendah

Jakarta, 8/8 (Pinmas) - Bangsa Indonesia memiliki toleransi yang tinggi terhadap keragaman etnis, tapi rendah terhadap keragaman agama dan keyakinan. Hal ini merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI), disampaikan Iman Suherman pada kesempatan diskusi "Kebebasan Pers Untuk Keberagaman" oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), di Jakarta, Senin.    

Diskusi itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT AJI ke-12."Toleransi pada keragaman etnis tampak dari sikap masyarakat yang tidak menolak hidup bertetangga dengan etnis yang berbeda. Mereka dapat hidup rukun dan damai bertetangga dengan etnis lain," katanya.    Tapi, masyarakat tidak dapat menerima apabila di lingkungannya dibangun rumah ibadah yang berlainan agama, penolakan itu sangat kuat. Hal itu menunjukan bahwa toleransi keragaman agama relatif rendah, ungkap Iman.     Sikap toleransi negatif dan positif masyarakat terhadap keragaman etnis dan agama, menurut hasil survei, ternyata dipengaruhi oleh media massa yang mereka baca."Orang yang banyak membaca media massa ternyata memiliki toleransi yang tinggi pada keragaman etnis maupun agama. Sebaliknya, orang yang jarang atau sedikit membaca media massa akan memiliki toleransi yang rendah," tambah dia.   

Orang yang banyak membaca koran atau majalah ternyata cenderung tidak mempermasalahkan pembangunan rumah ibadah berlainan agama,  atau tetangganya melakukan acara keagamaan, sedangkan yang jarang membaca cenderung menolak pembangunan rumah ibadah agama lain, dan menolak bila tetangganya mengadakan acara keagamaan yang berlainan keyakinan, kata Iman.(Ant/Ims)


REKOMENDASI