Respon Tantangan Kehidupan Beragama, ASN Kemenag Diminta Segarkan Paradigma

Jakarta (Kemenag) --- Sekjen Kemenag Nizar mengingatkan ASN Kementerian Agama akan gelombang perubahan budaya masyarakat dan informasi masa kini.

Menurut Nizar, hal itu memunculkan fenomena dan peristiwa yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai agama, etika, dan norma budaya bangsa. Semua itu menjadi tantangan yang harus bisa direspon dengan baik.

"Perubahan dan tantangan dalam kehidupan beragama perlu disikapi melalui penyegaran paradigma berpikir dan cara kerja aparatur Kemenag, termasuk Ditjen Bimbingan Masyarakat Kristen yang lebih baik dengan revolusi mental," tutur Nizar dalam pembukaan virtual Rapat Koordinasi Pejabat Bimas Kristen, pusat dan daerah, Selasa (20/4/2021).

Nizar membuka kegiatan ini, mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Rapat koordinasi ini mengambil tema "Percepatan Transformasi Digitalisasi Layanan".

Nizar mengatakan, ada tiga kunci revolusi mental aparatur pemerintah dalam pelayanan publik. Pertama, dimulai dari hal-hal yang kecil. Kedua, dimulai dari diri sendiri. Ketiga dimulai dari sekarang.

"Dunia hari ini sedang mengalami perubahan besar, yaitu revolusi industri 4.0 yang merupakan perubahan dalam mekanisme peroduksi barang dan jasa yang ditandai dengan sejumlah ciri, di antarannya penggunaan Internet Of Things (IOT), big data, otomasi, robotika, komputasi awan hingga intelegensi artificial," jelas Nizar.

Digitalisasi tata kelola pemerintahan merupakan langkah nyata reformasi birokrasi yang bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik. Seiring perkembangan zaman, birokrasi pemerintahan juga harus beradaptasi.

Nizar berharap, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen terus berinovasi, mengembangkan aplikasi layanan yang terintegrasi sehingga memudahkan akses masyarakat.

Rapat Koordinasi Pejabat Bimas Kristen, pusat dan daerah, ini digelar secara daring dan luring, 20-23 April 2021. Rakor diikuti secara luring di Bogor oleh pejabat Eselon I dan II Ditjen Bimas Kristen, para Kepala Bidang dan Pembimas Kristen. Rapat juga diikuti secara daring oleh Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Kristen Seluruh Indonesia.