Nasional

Kemenag Tingkatkan Kualitas para PIC Pengelola BMN Kemenag

Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag, Subarja

Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag, Subarja

Bogor (Kemenag) ----- Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Agama melaksanakan kegiatan koordinasi peningkatakan kualitas Peningkatan Kualitas Person In Charge (PIC) Pengelola BMN. Kegiatan ini berlangsung dari 15-17 Mei 2024 di Megamendung, Bogor Jawa Barat.

Mengusung tema 'Menggagas Transformasi Positif Kualitas Pengelola BMN', giat ini diikuti 204 peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas para Pengelola BMN dari PTKN, unit eselon I, UPQ dan UPT Asrama Haji, Kementerian Keuangan, serta pendamping.

Mewakili Sekretaris Jenderal, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag, Subarja menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Dengan kegiatan ini kiranya dapat menjadikan pengelolaan BMN di Kementerian Agama semakin baik.

“Semoga proses pengelolaan BMN di Kementrian Agama lebih tertib administrasi, tertib fisik, tertib hukum, dan dapat berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Subarja, di Bogor, Rabu (15/5/2024).

“Barang Milik Negara (BMN) adalah aset negara yang tidak hanya harus diamankan, namun lebih dari itu, harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” sambung Subarja.

Subarja menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir atas kerja kerasnya selama ini dalam mengelola keuangan dan BMN di Kementerian Agama. Prestasi-prestasi yang diraih dalam pengelolaan keuangan dan BMN Kemenag adalah hasil kerja keras dan upaya dari semua pengelola sebagai PIC di berbagai daerah di Indonesia.

Kabag BMN Kemenag, Evi Nurafwa Sofia melaporkan bahwa saat ini problematika pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Agama membutuhkan ekstra perhatian untuk membereskan penatausahaan barang milik negara ini.

“Misalnya isu permasalahan terkait pengelolaan BMN terkait kesalahan pencatatan pada aplikasi SIMAK BMN,” kata Bu Evi sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut Bu Evi, ada juga aset yang tidak digunakan karena rusak berat tidak diusulkan penghapusan, pemanfaatan aset oleh pihak ketiga tidak sesuai dengan ketentuan, aset yang dikuasai oleh pihak lain atau dalam sengketa dan banyak tanah yang belum bersertfikat dan sebagainya.

Bu Evi berharap kedepannya para pimpinan Satuan Kerja (Satker) harus memahami sepenuhnya peran dan fungsi sebagai Kuasa Pengguna Barang, selain sebagai perannya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Satker Pusat dan daerah harus terus berkoordinasi. Para PIC BMN harus terus mendapatkan pelatihan untuk meng-update pengetahuan masing-masing PIC BMN,” kata Bu Evi.

Bu Evi juga menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti oleh para pendamping PIC, Para Pejabat Struktural dan juga pejabat fungsional ini bertujuan untuk transfer of knowledge, sosialiasi KMA 75 tahun 2024 tentang pemutakhiran data BMN, sekaligus menyelaraskan dan memberikan pencerahan terhadap masalah yang dihadapi satuan kerja dalam mengelola Barang Milik Negara (BMN).

“Semoga dengan kegiatan ini pengelolaan keuangan dan BMN di semua Satker dapat semakin membaik,” harap Bu Evi.

Sebagai narasumber selain dari Kementerian Agama, hadir juga dari Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.


Fotografer: Istimewa

Nasional Lainnya Lihat Semua

Berita Lainnya Lihat Semua