Sabtu, 13 Mei 2017, 17:49

Habib Lutfi Sebut Lukman Hakim Menag bin Menag

Habib Lutfi memberikan sambutan pada Haul Sunan Ampel ke-568 di Surabaya. (foto: arief)

Surabaya (Kemenag) --- Ketua Jamiyyah Ahli Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Lutfi bin Yahya menyebut Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama bin Menteri Agama. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada Haul Sunan Ampel ke-568 di Komplek Pemakaman Sunan Ampel Surabaya.

Hadir bersama ribuan umat muslim dari berbagai daerah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Hasbi Nawawi selaku Ta'mir Masjid Sunan Ampel. Acara Haul ini diawali dengan pembacaan tahlil secara berjamaah.

"Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah putra dari Menteri Agama Saifuddin Zuhri. Karenanya, Lukman Hakim adalah Menteri Agama bin Menteri Agama. Saya tahu betul ini dari keluarga ulama, insya Allah dirahmati Allah Swt," ujarnya di Komplek Pemakaman Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (13/05). Istilah bin diambil dari Bahasa Arab yang berarti anak laki-laki.

Sebelumnya, Menag Lukman mengajak ribuan umat Islam untuk mendoakan Habib Lutfi agar dipanjangkan umurnya dan selalu sehat wal afiat. "Kita tetap berada bersama beliau, sehingga kita senantiasa bisa terus mendengarkan wejangan, ceramah-ceramah dan nasehat-nasehat beliau," harapnya.

Menurut Menag, peringatan haul adalah tradisi baik yang harus terus dijaga. "Saya sangat bersyukur berkesempatan hadir dalam acara haul Sunan Ampel yang ke 568. Ini tentu tradisi yang sangat baik, terus dijaga, mudah-mudahan kita terus mendapat berkah," ujarnya.

Bersamaan dengan Haul Sunan Ampel ke-568, Menag Lukman meresmikan perubahan Lembaga Bahasa Arab Sunan Ampel menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Agung Sunan Ampel. "Semoga Sekolah Tinggi ini semakin baik, sehingga Bahasa Arab terpelihara, terjaga dengan baik," harapnya.

Menag mengingatkan bahwa persoalan bangsa saat ini semakin komplek dan beragam. Persolan juga hadir begitu cepat sehingga agama semakin diperlukan.

Menurut Menag, kemampuan Bahasa Arab semakin relevan dalam usaha memahami sumber-sumber ajaran Islam.Keberadaan sekolah tinggi ini pun semakin diperlukan.

"Saya bersyukur adanya masjid Sunan Ampel, yang sudah memiliki lembaga pendidikan tinggi. Ini menjadi contoh bagi masjid lainnya, untuk mengembangkan lembaga pendidikan setingkat pendidikan tinggi," tutupnya. (Arief/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Minggu, 28 Mei 2017, 18:32

Ribuan Umat Buddha Jatim Gelar Doa Keutuhan NKRI

Minggu, 28 Mei 2017, 15:15

Tutup PKSN, Monsinyur Sensi Ingatkan Umat Soal Komunikasi Bermartabat

Sabtu, 27 Mei 2017, 17:05

Lawan Hoax, Eusabius Binsasi Ingatkan Ajaran Gereja Katolik untuk Jangan Berdusta

Sabtu, 27 Mei 2017, 12:03

Hari Kedua Ramadan, Matahari Melintas di atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Sabtu, 27 Mei 2017, 11:31

Menag Ajak Jadikan Ramadan Momentum Introspeksi