Jumat, 12 Mei 2017, 21:24

Menkopolhukam: Keputusan Pemerintah Soal HTI Melalui Kajian Panjang

(foto: humas Kemenkopolhukam)

Jakarta (Kemenag) --- Pemerintah memutuskan mengambil langkah hukum untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menkopolhukam Wiranto mengatakan bahwa keputusan pemerintah tidak tiba-tiba, tetapi telah melalui kajian yang cukup panjang terhadap kegiatan HTI.

"HTI merupakan organisasi kemasyarakatan yang kegiatannya menyangkut kegiatan dakwah, namun pada kenyataannya gerakan dan tujuannya sudah masuk ke wilayah politik yang mengancam kedaulatan politik nasional," terang Wiranto dalam rilisnya, Senin (12/05).

Menurut Wiranto, hal yang dipermasalahkan pemerintah adalah gerakan politik HTI yang nyata-nyata mengusung ideologi khilafah. Selain bersifat transnasional, ideologi ini berorientasi meniadakan nation state, termasuk NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

"Dengan ideologi tersebut, Hizbut Tahrir telah dilarang atau dibubarkan di 20 negara, termasuk negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim, antara lain Turki, Arab Saudi, Pakistan, Mesir, Yordania, Malaysia, dan lain-lain," terangnya.

Keberadaanya di Indonesia, lanjut Wiranto, juga telah menuai penolakan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Penolakan itu bahkan dari hari ke hari semakin meluas di seluruh Indonesia. "Di beberapa daerah, telah menimbulkan konflik yang mengancam keamanan nasional," terangnya.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pemerintah akan terus menindaklanjuti sikap politik tersebut dengan membawanya ke proses hukum.

Langkah hukum tersebut, lanjut Menag, bukan berarti Pemerintah anti ormas keagamaan, apalagi ormas Islam. "Langkah hukum untuk membubarkan HTI bukanlah upaya pembubaran ormas yang melakukan gerakan dakwah keagamaan, tetapi upaya membubarkan ormas yang melakukan gerakan politik untuk mengganti ideologi negara," tandasnya. (humas/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Minggu, 28 Mei 2017, 18:32

Ribuan Umat Buddha Jatim Gelar Doa Keutuhan NKRI

Minggu, 28 Mei 2017, 15:15

Tutup PKSN, Monsinyur Sensi Ingatkan Umat Soal Komunikasi Bermartabat

Sabtu, 27 Mei 2017, 17:05

Lawan Hoax, Eusabius Binsasi Ingatkan Ajaran Gereja Katolik untuk Jangan Berdusta

Sabtu, 27 Mei 2017, 12:03

Hari Kedua Ramadan, Matahari Melintas di atas Kabah, Saatnya Cek Arah Kiblat

Sabtu, 27 Mei 2017, 11:31

Menag Ajak Jadikan Ramadan Momentum Introspeksi