Sabtu, 15 April 2017, 14:15

Presiden Jokowi Resmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta

Presiden Jokowi didampingi Menag Lukman Hakim dan Gus Sholah meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta. (foto: syam)

Jakarta (Kemenag) --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta. Masjid Raya yang dibangun sejak tahun 2013 ini berlokasi di, di Rusun Pesakih, Jalan Daan Mogot KM 14, RW 14, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.

Dalam sambutannya, Jokowi menyatakan, pilihan KH Hasyim Asy'ari sebagai nama satu-satunya Masjid Raya milik Pemprov DKI Jaya ini, bukan tanpa sebab. Menurutnya, Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari adalah Pahlawan Nasional yang sangat mencintai negerinya dengan sepenuh hati. Cinta tersebut tak pernah luntur dan menjadi komitmen Beliau.

"KH Hasyim juga tokoh pendiri Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Beliau pula yang meletakkan pondasi dasar Islam Ramah yang moderat. Beliau pula yang meneladani dan meletakkan dasar nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai keindonesiaan. Sebuah Islam yang Rahmatan lil Alamin, yang Sesuai dengan Indonesia yang majemuk," terang Presiden di Jakarta, Sabtu (15/04).

Presiden melihat, warga Jakarta sangat heterogen. Karenanya, sangat layak, Mbah Hasyim dijadikan nama Masjid Raya Jakarta. "Pembangunan Masjid ini juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI dalam menghargai hak beragama dan beribadah Umat Islam," imbuhnya.

"Masjid ini penuh dengan ornamen Betawi. Ada Gigi Belalang disetiap tiangnya, ada Pagar Langkang. Bangunannya pun berasal dari ide Rumah Bapang yang khas betawi. Hampir seluruh bangunan Masjid, karakter Betawi dimunculkan," ujar Presiden.

Presiden berharap, keberadaan Masjid Raya ini mewarnai kehidupan beragama masyarakat yang semarak dan barokah.

Sementara itu, KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) yang mewakili keluarga Besar KH Hasyim Asy'ari, menambahkan, Mbah Hasyim yang mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 1964 lalu, mampu menanamkan pondasi Islam yang Tawasuth, Tasamuh, I'tidal dan Tawazun di masyakarat Indonesia.

"Mbah Hasyim sangat menanamkan rasa cinta tanah air. Islam yang Beliau kembangkan bukan Islam Liberal, bukan pula Islam Konservatif. Beliau alhamdulillah mampu memadukan keindonesiaan dan keislaman, kita harus rawat warisan ini," ajak Gus Sholah.

Sebelumnya, Plt Gubernur Jakarta Sumarsono mengatakan, masjid yang berdiri di atas lahan seluas 2,5 ha ini mempunyai 5 menara. "Masjid ini dibangun 2 lantai, dengan luas bangunan 1,7 ha dan mampu menampung 12.500 jamaah. Selain sebagai tempat mendirikan salat, masjid ini mempunyai ruang serba guna, ruang tambahan, ruang kelas, tempat sosial, gudang dan UKM," ucapnya.

Karenanya, lanjut Sumarsono, masjid ini juga bisa difungsikan sebagai tempat dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, dan bidang sosial lain. "Dengan jumlah total 66 pengurus, masjid ini juga bisa difungsikan sebagai media sosialisasi berbagai kebijakan Pemerintah," tuturnya.

Didampingi Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Gus Sholah dan Plt Gubernur, Presiden Jokowi meresmikan Masjid Raya Jakarta, ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti. Presiden kemudian melakukan peninjauan dan mendirikan Shalat Dhuhur berjamaah. (G-penk/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Selasa, 30 Mei 2017, 09:25

Kemenag Jatim Bina Kompetensi Pembelajaran Guru Agama Buddha

Senin, 29 Mei 2017, 21:47

Menag Harap Para Dai NU Pahami Seruan Ceramah di Rumah Ibadah

Senin, 29 Mei 2017, 14:35

Hikmah Ramadlan, Sekjen Sampaikan Tiga Penggolongan Orang Berpuasa

Senin, 29 Mei 2017, 09:01

Kemenag Resmikan Purna Pugar Vihara Avalokitesvara Lombok Barat

Minggu, 28 Mei 2017, 20:55

Bimas Buddha Gelorakan Semangat Bela Negara Siswa Sekolah Minggu