Sabtu, 11 Maret 2017, 15:26

Kemenag Siapkan Insentif dan BOP untuk Madrasah Diniyah

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. (foto: humas)

Jakarta (Kemenag) --- Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama non formal bagi anak usia sekolah. Tidak sedikit siswa sekolah dan madrasah yang juga belajar agama secara non formal di lembaga pendidikan keagamaan yang dikembangkan masyarakat, sepulang mereka dari sekolah.

Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam terus berupaya memberikan perhatian dan penguatan kelembagaan madrasah diniyah takmiliyah. Untuk tahun 2017 misal, Ditjen Pendidikan Islam telah mengalokasikan anggaran bagi ustadz dan operasional MDT.

"Berdasarkan RKKAL 2017, tahun ini kita akan memberikan insentif bagi para ustad MDT. Sudah teralokasikan anggaran untuk 4.250 guru MDT di pusat dan daerah," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.

Selain insentif, lanjut Kamaruddin yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makasar ini, Ditjen Pendidikan Islam juga memmberikan bantuan operasional. "BOP untuk MDT tahun 2017 akan diberikan kepada 2.000 lembaga, pusat dan daerah, masing-masing Rp15juta," katanya.

Kamaruddin Amin mengapresiai perkembangan MDT yang saat ini terus meningkat. Selain sukses menjaga tradisi pembelajaran keagamaan yang sudah sekian lama berlangsung secara turun-menurun, MDT kini juga mengalami sejumlah perkembangan. Hal itu antara lain ditandai dengan mulai berdirinya sejumlah MDT unggulan di setiap kab/kota. Dukungan Pemda juga terus menguat seiring dengan lahirnya perda diniyah di hampir 45% kab/kota yang ada di Indonesia.

Saat ini setidaknya ada 80ribu MDT yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar atau hampir 70% adalah MDT tingkat awal atau awaliyah. Sisanya tingkat menengah (wustha) dan tinggi (ulya). Sebagian besar dari MDT ini sekarang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang sudah terbentuk di 28 provinsi.

"Seluruh MDT yang terdaftar di Kemenag, sudah memiliki badan hokum, rekening lembaga, NPWP, serta sertifikat pendidikan dan nomor statistik. Ini menjadi bagian upaya Kemenag dalam melakukan penataan kelembagaan MDT," tandas Kamaruddin Amin. (mkd/mkd)

Berita Lainnya
Senin, 10 April 2017, 16:02

Menag Resmikan Asrama Santri Al-Amin 5 Pesantren Darul Hijrah

Kamis, 6 April 2017, 08:32

Beasiswa Santri Kembali Dibuka, Ada 270 Kuota

Selasa, 4 April 2017, 15:23

MQK Instrumen Kembangkan Sikap Moderat Berbasis Pesantren

Senin, 3 April 2017, 21:59

Kemenag & Pattani College Buka Akses Santri Belajar Agribisnis di Thailand

Jumat, 31 Maret 2017, 06:22

Sekjen: Kurangi Pertemuan, Perkuat Keberpihakan pada Pesantren