Jumat, 10 Februari 2017, 23:12

Menag Kunjungi Rumah Penerima Bidik Misi IAIN Purwokerto

Menag Lukman Hakim Saifuddin berdialog dengan Emlia Khomsah Rahmawati penerima bidik misi IAIN Purwokerto dan keluarganya di Desa Cipete, Kec. Cilongo

Purwokerto (Pinmas) - Raut haru dan bahagia menguar dari wajah Emilia Khomsah Rahmawati beserta keluarganya yang tinggal di rumah sederhana di Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kehadiran Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di rumah Emilia, gadis penerima program bidik misi IAIN Purwokerto, Jumat (10/2) menjadikan sore yang cerah itu menjadi milik mereka.

Kedatangan Menag disambut haru Emilia dan keluarganya di beranda rumah dengan fasad bangunannya terbuat dari bilah kayu yang sudah menua. Dalam dialog hangat di ruang dalam rumah yang sempit, Emilia, mahasiswa Fakultas Syariah semester 2 Jurusan Hukum Ekonomi Syariah IAIN Purwokerto menyampaikan kepada Menag rasa syukurnya menerima program bidik misi ini.

"Terimakasih pak Menteri, Emil ingin sekali membantu keluarga dan menyekolahkan keponakan, mohon doanya," ujarnya terbata-bata. Sembari kuliah, Emilia juga nyantri dan tinggal di Pondok Pesantren An-Najah Banyumas.

Kepada Emilia, gadis yang sudah ditinggal ibundanya sejak 40 hari kelahirannya, Menag berpesan agar program bidik misi ini terus diterima hingga kuliahnya selesai empat tahun atau delapan semester, maka prestasinya harus terjaga dan tidak boleh turun.

"Oleh karenanya, agar supaya hak sebagai penerima bidik misi ini bisa dipertahankan, maka prestasinya harus terjaga," pesan Menag.

Menag dalam kesempatan tersebut mengagumi kegigihan Pakde Emilia Mahmud yang bekerja serabutan membuat pesanan mebel kayu dan Budenya Suati Tarisah yang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan biaya sekolah Emilia yang telah ia asuh sejak kecil sepeninggal ibu dan bibinya.

"Kulo (saya) titip Emi," harap bude Emilia berkaca-kaca kepada Rektor IAIN Purwokerto A. Luthfi Hamidi.

Ditemani Cimpling Kelapa Muda dan Cimpling Singkong, penganan tradisional khas Banyumas, Menag menyampikan pesan dan harapanya kepada Emilia untuk menjadi orang yang bisa memberi manfaat bagi sekitarnya.

"Nanti Gusti Allah SWT yang akan mentakdirkan kita menjadi apa, namun pasti yang terbaik, kita hanya bisa berdoa kita bisa memberi manfaat dan membantu orang banyak," pesan Menag.

"Yang penting sekarang adalah prestasinya terus dijaga dan terjaga, jadi betul-betul dalam delapan semester ini kuliahnya harus selesai," pesan Menag kembali.

Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Purwokerto Saifuddin Asyafii, saat ini di IAIN Purwokerto ada 110 mahasiswa penerima bidik misi. Peserta penerima bidik misi sudah melalui seleksi ketat, diantaranya dengan melihat jejak rekam prestasi calon peserta dan kondisi ekonomi orang tua mahasiswa bersangkutan. (dm/dm).

Berita Lainnya
Jumat, 21 April 2017, 16:44

Aksi Menag Naiki Gajah Akan Meriahkan Pembukaan PIONIR VIII di Aceh

Jumat, 21 April 2017, 16:28

PIONIR VIII di UIN Ar-Raniry Diikuti 2.250 Mahasiswa PTKIN

Kamis, 20 April 2017, 05:46

Kemenag Evaluasi Penyelenggaraan Prodi Baru

Selasa, 18 April 2017, 11:14

Kemenag Moratorium Alih Status IAIN Menjadi UIN

Senin, 17 April 2017, 16:27

Kemenag Terbitkan Izin Pendirian 10 PTKI Swasta