Senin, 9 Januari 2017, 06:52

Ribuan Jemaah Umrah Tertahan Pulang, Ini Upaya Perwakilan Pemerintah di Jeddah

Jemaah umrah Indonesia di Jeddah menunggu kepastian kepulangan mereka ke Tanah Air. (foto: KUHI)

Jeddah (Pinmas) --- Ribuan jemaah umrah asal Indonesia tertahan kepulangannya akibat adanya kebijakan penghentian penerbangan Flynas dari Saudi. Staf Teknis Satu Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) KJRI Jeddah Ahmad Dumyathi Basori mengatakan lebih dari dari 2000 jemaah umrah asal Indonesia dan Malaysia tertunda kepulangannya akibat adanya pemutusan hubungan kerja antara Flynas dan Lofty Cest Ltd. yang berdomisili di the British Virgin Islands, sejak 31 Desember 2016 lalu.

Persoalan ini menjadi perhatian serius Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurut Dumyathi, saat memimpin rapat di Madinah, Jumat (06/01) pekan lalu, Menag meminta KUHI KJRI untuk proaktif dalam membantu proses pemulangan jemaah Indonesia.

"Menag minta agar pemulangan jemaah umrah ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan," kata Dumyathi melalui pesan singkat, Senin (09/01). Arahan Menag ini, lanjut Dumyathi disampaikan langsung kepada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Direktur Layanan Luar Negeri Sri Ilham Lubis, serta tim Staf Teknis Haji KUHI.

Perhatian yang sama diberikan oleh Duta Besar RI untuk Saudi Arabia Agus Maftuh Abegebriel. Secara khusus, Dubes memberikan arahan langsung agar KUHI KJRI dapat memantau dan memberikan perhatian khusus terkait kepulangan ribuan jemaah umrah yang datang ke Saudi dengan maskapai Flynas.

Konsul Jenderal RI Mohammad Hery Saripudin juga meminta agar KUHI KJRI dapat bantu penyelesaian kesulitan jemaah yang terancam tidak dapat dipulangkan ke tanah air pasca pemutusan hubungan antara Flynas dan Lofty Cest Ltd. yang berdomisili di the British Virgin Islands.

Sehubungan itu, KJRI di Jeddah membentuk Satuan Tugas Penanganan Umrah (STPU). Sebagai langkah awal, STPU berkirim surat kepada Wakil Menteri Haji bidang Umrah Dr. Isa Rawas untuk melaporkan masalah ribuan jemaah umrah asal Indonesia yang belum jelas jadwal kepulangannya.

Selain komunikasi formal melalui surat resmi, upaya juga dilakukan STPU melalui komunikasi informal kepada Isa Rawas. Harapannya, proses pemulangan jemaah bisa dipercepat. Menurut Dumyathi, Isa Rawas sudah memberikan respon bahwa pihaknya akan mendiskusikan dengan pihak GACA (General Aviation Civil Authority) agar ada jalan keluarnya. Atase Perhubungan KJRI Jeddah Nahduddin S. Hasan juga ikut membantu mengkomunikasikan persoalan ini kepada pihak maskapai dan GACA sebagai salah satu mitra kerjanya.

Dumyathi mengatakan, perwakilan Indonesia di Saudi terus berupaya agar jemaah umrah Indonesia yang tertunda kepulangannya akibat kisruh FLynas bisa segera dipulangkan ke Tanah Air. Menurutnya,saat ini ribuan jemaah tersebut sebagian sudah berada dan menginap di beberapa hotel di Jeddah, sebagian masih di Madinah, dan ada juga yang memilih membeli tiket secara mandiri dengan maskapai penerbangan lainnya. (KUHI/mkd/mkd)

Berita Lainnya
Sabtu, 22 April 2017, 07:08

Kemenag Resmikan Pusdiklat Buddha Prabha Pertama di Wilayah Timur

Jumat, 21 April 2017, 21:21

Menag: Tenda Arafah Anti Api, Tahan Air, dan Berangka Baja

Jumat, 21 April 2017, 21:14

Penyiapan Akomodasi Jemaah di Makkah Capai 98%

Jumat, 21 April 2017, 18:42

Tahap I Ditutup, 12.716 Jemaah Haji Khusus Lunasi BPIH

Jumat, 21 April 2017, 09:32

Menko PMK Tinjau Fasilitas Kesehatan untuk Jamaah Haji Indonesia