irwan somantri (202.159.126.68) [ Rabu, 25 Februari 2009 ]
selamat pagi bapak/ibu ...tolong diperhatikan masalah pembatalan haji yang kesannya birokrasinya berbelit-belit.orangtua saya korban dari berbelat-belitnya birokrasi.adapun nama orang tua saya Mimin Mintarsih,nomor porsi :1000134832 saya mengurus pembatalan haji dikarenakan orangtua saya mengalami sakit yang tidak memungkinkan untuk berangkat,adapun biaya haji tersebut akan kami gunakan untuk berobat,saya mulai ngurus pembatalan tersebut pada bulan desember di departemen agama kota tasikmalaya dan dibuat surat pembatalan oleh DEPAG Kota dengan no:Kd.10.23/5/Hj.00/1118/2008 tertanggal 31 Desember 2008..karena pegawai memberitahu bahwa surat tersebut akan dikirim ke DEPAG Kanwil kalo ada petugas yang kesana maka saya berinisiatif memberikan surat tersebut sendiri ke DEPAG Kanwil jawa barat supaya surat pengantar itu bisa cepat sampai..sesudah sampai di kanwil saya kasih surat tersebut kepada Ibu.Ida,setelah beberapa lama saya coba kroscek ke kanwil DEPAG Jawa Barat didapat bahwa di Kanwil DEPAG Jawa Barat teregister tanggal 19Januari2009 dengan Nomor surat :KW10.3/Hj.07/177A/2009.terus setelah sekian lama saya kemarin tgl 18 Februari 2009 coba kroscek ke DEPAG Pusat,awal saya menghubungi urusan haji terus diarahkan ke bagian bendahara haji ( Bu Nisa ).dari bendahara haji saya disuruh menghubungi bagian TU ( Bu Yuli ) untuk mengetahui nomor surat pengantar dari SeskoHAJ.setelah ditemukan nomor surat/berkas tersebut saya hubungi bendahara haji..adapun nomor surat/berkas tersebut adalah ND 96 tercatat pada tanggal 3 Februari,saya hubungi bu Nisa dengan berbekal nomor surat ND 96.terus ibu itu melacak nomor itu dan didapat tgl 11 februari 2009 baru masuk dan mulai diproses dengan alasan surat perintah dari atasannya tanggal 11februari 2009.trus saya tanya kenapa bisa lambat?bu nisa menjelaskan bahwa yang melakukan pembatalan haji tersebut bukan hanya saya( untuk masalah ini saya tahu pasti banyak yang melakukan pembatalan tersebut )tp yang saya bingung kenapa pas saya tanya dari mulai input di bendahara sampai minta tanda tangan atasan atau petinggi yang berhak menandatangan surat tersebut tidak bisa ditentukan waktunya dengan alasan kalo atasannya lagi ada di tempat bisa cepat tapi kalo atasannya sekarang lagi banyak urusan diluar yang lebih penting,saya jadi bingung apa atasannya itu menganggap pembatalan haji tidaklah penting?sementara orang yang membatalkan ibadah haji pasti punya alasan yang sangat amat URGENT sehingga membatalkan RUKUN ISLAM KE-5 itu..... pada saat para calon jemaah haji diharuskan membayar lunas mungkin pihak urusan haji tidak memberikan toleransi untuk pembayaran haji tersebut,tapi pada saat pembatalan haji para petugas haji dirasakan tidak optimal memberikan pelayanan baik itu di DEPAG kota,Kanwil,dan di pusat sekalipun...tolong Bapak Menteri AGAMA!!minta diperhatikan masalah kinerja para karyawan Bapak!!!jangan sampai berkesan tidak baik!!padahal yang namanya Agama itu memberikan kemudahan kepada umatnya....terimakasih atas perhatiannya.... kandaga4848@yahoo.com
SANTI (125.164.227.21) [ Selasa, 24 Februari 2009 ]
UNTUK TEMANKU ODING YANG SANGAT AKU SAYANGI DAN YANG SAYA CINTAI!
reni (125.164.227.21) [ Selasa, 24 Februari 2009 ]
pak sby saya mendoakan agar bapak tetap menjadi presiden dan saya mohon doa restu agar saya lulus ujian dan masuk ke smp paforit
ha5_4n@yahoo.com (125.164.250.247) [ Selasa, 24 Februari 2009 ]
Ass. kenapa sih sumbangan dana yang diberikan DEPAG kepada lembaga dalam berbagai bentuk selalu : 1. Mendapat potongan (disunat) oleh PPAI, depag kabupaten dan provinsi ddl, 2. sebagian sumbangan tersbt diambil dan dibuat sebagai sarana kampanye. Apa itu slogan Ikhlas Beramal. kapan negara ini bs maju. mohon lakkukan tindakan tegas kepada oknim tsb
Firdaus Dailami (114.58.51.159) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
Kepada Yth. Direktur PAIS Departemen Agama Surat Bapak tertanggal 2 Februari 2009 tanpa nomor perihal updating data GPAI dan Pengawas Pendais tahun 2009, dalam butir enam tidak terdapat link utuh mengenai hal yang dimaksud. Setelah saya melakukan pencarian--baik melalui mesin pencari di situs Depag maupun Google--tidak ditemukan hal yang Bapak maksudkan. Adapun sebelumnya Bapak menginstruksikan agar melakukan pencarian di situs Depag. Sehingga saya tidak dapat menemukan data GPAI dan Pengawas Pendais tahun 2008 yang menurut klaim Bapak sudah di-entry ke situs Depag. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Wassalam, Firdaus Dailami Pengawas Pendais Jakarta Selatan
BUAT BU NURUL HIDAYATI..... (114.58.48.212) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
BUKA DI sertifikasiguru nanti akan ada penjelasan yang jelas. kalau di sini tak akan pernah dijawab karena semua bisu. di sini adanya keluhan dan rasa dongkol !!!!!!
untuk Abu Syifa (114.58.48.212) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
ABU SYIFA, Anda selalu istighfar itu karena melihat keadaan yang tidak baik atau anda anggap menyimpang ? Jangan-jangan karena anda baru bisa istighfar saja, atau anda telah lambat menyelesaikan masalah, atau karena anda telah berbuat jelek lagi dan mengulangi lagi ? Sesuai nama anda berilah solusi dan nasehatilah depag agar segera dan segera menuntaskan masalah yang dihadapi !!!
SUARA PAI NTB (125.167.150.13) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
Kepada 23 Februari 2009 Yth. Bapak Pejabat Depag RI di- Jakarta Assalamu Alaikum Wr.Wb. Melalui surat ini kami menyampaikan beberapa informasi yang berkaitan dengan Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam se-NTB sbb : 1. Guru- Guru Pendidikan Agama Islam yang disertifikasi oleh Departemen Agama th.2007 tidak ada satupun yang sudah menerima tunjangan sertifikasi th.2008 2. Ada ketidak adilan di Departemen Agama Nusa Tenggara Barat, yaitu tidak diikut sertakannya Guru Pendidikan Agama Islam dalam proses sertifikasi tahun 2008. Berdasarkan kenyataan ini, kami Guru-Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13 meminta beberapa hal sebagai berikut : 1. Agar Departemen Agama segera membayarkan hak-hak kami sesuai dengan isi surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Islam pada Sekolah nomor : DT.I.II/Kep.07.5/578/2008 prihal penyaluran tunjangan profesi 2. Agar edaran bersama antara Dirjen PMPTK Departemen Pendidikan dan Sekjen Departemen Agama nomor : Sj / Dj.I/ Kp.02/1569/ 2007 dan nomor : 4823/ F/ SE / 2007 tanggal 7 agustus 2007 di tinjau kembali mengingat pelaksanaannya dilapangan ada pihak-pihak yang dirugikan termasuk Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13. 3. Agar guru-guru Pendidikan Agama Islam NIP.13 sertifikasinya dilaksanakan melalui Departemen Pendidikan 4. Untuk sertifikasi tahun 2009 kami meminta agar kuota bagi guru Pendidikan Agama Islam NIP.13 lebih besar dari lainnya, mengingat tahun 2008 tidak ada satupun Guru Pendidikan Agama Islam NIP.13 yang diikut sertakan dalam proses sertifikasi. Atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih. Pengurus MGMP PAI NTB K e t u a, Sekretaris, Ttd ttd R I F A ‘ I, S.Ag Drs. SUDIRMAN NURDIN NIP. 131595668 NIP. 131411106
RIJAL ROPIK (125.164.227.124) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
SAYA MOHON DOA RESTU KEPADA PAK SBY SEMOGA LULUS UJIAN
ALA ANIS (125.164.227.124) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
SAYA MOHON DOA RESTU MAU UJIAN SEMESTER
ALIN (125.164.227.124) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
PAK SBY SAYA DI MI SUKOWIYONO SEDANG BELAJAR INTERNET DI MTS ALHUDA KEDUNGWARU
nurul hidayati (125.167.62.173) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
Mohon penjelasan tentang sertifikasi bagi guru PAI yang ber NIP 13, sampai saat ini belum muncul pada daftar caoln sertifikasi. Emang guru PAI Nip 13 sertifikasinya harus melalui DEPAG ??? tapi kapan bisa masuk daftar ? baru daftar ja kok susah ya !!
Babel Sejahtera (125.165.169.11) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
Untuk info di Bangka Belitung juga masalah sertifikasi sangat kompleks. Sekarang ada dua issue nasional yang harus di tuntaskan oleh pemrintah. SERTIFIKASI DAN PENGANGKATAN HONORER. Tolong di selesaikan masalah ini karena di Babel sangat tidak sesuai dengan aturan mengenai Calon Penrima Tunjangan dan Pengangkatan Honorer yang penuh dengan manipulasi data, KKN dan LADANG BISNIS bagi pejabat kanwil. Buat Bpk Antasari KPK tolong tindak lanjuti ini. Jangan mentang-mentang ANDA dari BANGKA masalah ini diabaikan......... JANGAN TEBANG PILIH!!!!!! Utk Rekan-rekan yg merasa dikecewakan, mari kita galang kesatuan dalam satu wadah.
suara mgmp pai ntb (125.167.151.32) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
YTH. GPAI JAWA BARAT. ANDA SUDAH TERIMA DANA PROFESI GURU ? YANG LULUS 2006/2007, ITU SAYA BACA DARI WEB SITE, APAKAH ITU BENAR ? APABILA BENAR APAKAH ITU MEMANG KEBIJAKAN DARI KANWIL DEPAG SETEMPAT ? TOLONG DIINFORMASIKAN PADA KAMI. MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI) NUSA TENGGARA BARAT Mataram, 6 Februari 2009 Beberapa informasi yang berkaitan dengan Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam se-NTB sbb : 1. Guru- Guru Pendidikan Agama Islam yang disertifikasi oleh Departemen Agama th.2006/2007 tidak ada satupun yang sudah menerima tunjangan sertifikasi th.2008 2. Ada ketidak adilan di Departemen Agama Nusa Tenggara Barat, yaitu tidak diikut sertakannya Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13 dalam proses sertifikasi tahun 2008. Berdasarkan kenyataan ini, kami Guru-Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13 menuntut : 1. Agar Departemen Agama segera membayarkan hak-hak kami sesuai dengan surat edaran yang telah kami terima. 2. Agar Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13 proses sertifikasinya dikembalikan kepada Dinas Pendidikan, termasuk yang sudah lulus sertifikasi. 3. Permintaan ini agar diselesaikan secepatnya dan paling lambat awal Februari 2009 sudah menjadi kenyataan. MGMP PAI Provinsi NTB K e t u a Sekretaris R I F A ‘ I, S.Ag Drs. SUDIRMAN NURDIN NIP. 131595668 NIP. 131411106 Assalamualaikum wr, wb Dalam implmentasi pelaksanaan Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) telah ditandatangani surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK Depdiknas No. Sj/Dj.I/Kp.02/1569/2007 dan No. 4823/F/SE/2007 pada butir 2 disebutkan bahwa: Sertifikasi pendidik bagi guru agama yang mengajar di sekolah umum, baik yang diangkat oleh Departemen Agama, Depertemen Pendidikan Nasional, maupun Pemerintah Daerah dilaksanakan melalui Departemen Agama (Guru Agama PNS NIP. 15, NIP. 13 dan NIP. 48) Kami dan teman-teman adalah Guru Pendidikan Agama NIP 13 (jalur inpes) yang mengajar di lingkungan sekolah umum di wilayah Propinsi Jawa Barat. Kami peserta sertifikasi guru agama angkatan pertama yang mestinya masuk kuota 2006 akan tetapi dengan terbitnya surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK tersebut diatas, maka kami baru bisa diikutsertakan pada kuota 2007. Sudah lulus sertifikasi Guru dan telah memiliki sertifikat pendidik guru profesional yang diterbitkan UIN Bandung Tanggal 16 Nopember 2007. Dan Titimangsa sertifikat pendidik tanggal 17 Desember 2007. Sampai saat ini belum menerima tunjangan profesi guru sama sekali berbeda dengan guru umum yang sama NIP 13 (jalur inpres) kuota tahun 2007 mereka telah menerima tunjangan profesi guru yang langsung masuk ke rekening mereka dalam tiga tahapan. Departemen Agama dengan Sekjen Depag RI-nya menunjukkan adanya keinginan kuat pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia Bidang Pendidikan di Depag RI. Dimulai dari pusat sampai kebawahnya, akan tetapi harapan tersebut kami lihat belum optimal, ada beberapa pertanyaan kami. Kenapa guru honor sudah cair tunjangan profesinya dan kenapa ada perbedaan untuk Jatim cair awal Nopember 2008 sedangkan Jabar cair akhir Desember 2008? (tahap pertama baru 6 bulan) sedangkan guru agama PNS belum? Kenapa Guru Agama kuota 2007 yang semstinya dibayarkan tunjangan profesinya pada anggaran 2008 sampai sekarang tunjangan profesi guru agama PNS belum cair? Sedangkan semua tahu bahwa penentuan kuota pada tahun berjalan dibatasi sesuai dengan anggaran yang tersedia. Terkait permasalahan diatas harus diakui kelengahan salah satu instansi (konsorsium) akan mengakibatkan tersendatnya penyaluran dan pencairan dana profesi tersebut yang kini dialami oleh Guru Agama di propinsi Jawa Barat dan propinsi lainnya. Terbukti guru NIP 13 dan NIP15 belum menerima dana tunjangan profesi guru tersebut periode bulan Januari 2008 sampai Desember 2008 (harapannya dirapel 12 bulan bagi yang lulus titimangsa sertifikat Desember 2007). Sebaiknya hal ini menjadi evaluasi bagi semua instansi terkait (konsorsium) samp
SUARA JABAR (125.167.151.32) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
Kepada: Yth. Bapak SEKJEN DEPAG RI Di. Jln Lapangan Banteng Barat No. 3-4 (lantai 3) Jakarta Pusat Assalamualaikum wr, wb Dalam implmentasi pelaksanaan Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) telah ditandatangani surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK Depdiknas No. Sj/Dj.I/Kp.02/1569/2007 dan No. 4823/F/SE/2007 pada butir 2 disebutkan bahwa: Sertifikasi pendidik bagi guru agama yang mengajar di sekolah umum, baik yang diangkat oleh Departemen Agama, Depertemen Pendidikan Nasional, maupun Pemerintah Daerah dilaksanakan melalui Departemen Agama (Guru Agama PNS NIP. 15, NIP. 13 dan NIP. 48) Kami dan teman-teman adalah Guru Pendidikan Agama NIP 13 (jalur inpes) yang mengajar di lingkungan sekolah umum di wilayah Propinsi Jawa Barat. Kami peserta sertifikasi guru agama angkatan pertama yang mestinya masuk kuota 2006 akan tetapi dengan terbitnya surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK tersebut diatas, maka kami baru bisa diikutsertakan pada kuota 2007. Sudah lulus sertifikasi Guru dan telah memiliki sertifikat pendidik guru profesional yang diterbitkan UIN Bandung Tanggal 16 Nopember 2007. Dan Titimangsa sertifikat pendidik tanggal 17 Desember 2007. Sampai saat ini belum menerima tunjangan profesi guru sama sekali berbeda dengan guru umum yang sama NIP 13 (jalur inpres) kuota tahun 2007 mereka telah menerima tunjangan profesi guru yang langsung masuk ke rekening mereka dalam tiga tahapan. Departemen Agama dengan Sekjen Depag RI-nya menunjukkan adanya keinginan kuat pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia Bidang Pendidikan di Depag RI. Dimulai dari pusat sampai kebawahnya, akan tetapi harapan tersebut kami lihat belum optimal, ada beberapa pertanyaan kami. Kenapa guru honor sudah cair tunjangan profesinya dan kenapa ada perbedaan untuk Jatim cair awal Nopember 2008 sedangkan Jabar cair akhir Desember 2008? (tahap pertama baru 6 bulan) sedangkan guru agama PNS belum? Kenapa Guru Agama kuota 2007 yang semstinya dibayarkan tunjangan profesinya pada anggaran 2008 sampai sekarang tunjangan profesi guru agama PNS belum cair? Sedangkan semua tahu bahwa penentuan kuota pada tahun berjalan dibatasi sesuai dengan anggaran yang tersedia. Terkait permasalahan diatas harus diakui kelengahan salah satu instansi (konsorsium) akan mengakibatkan tersendatnya penyaluran dan pencairan dana profesi tersebut yang kini dialami oleh Guru Agama di propinsi Jawa Barat dan propinsi lainnya. Terbukti guru NIP 13 dan NIP15 belum menerima dana tunjangan profesi guru tersebut periode bulan Januari 2008 sampai Desember 2008 (harapannya dirapel 12 bulan bagi yang lulus titimangsa sertifikat Desember 2007). Sebaiknya hal ini menjadi evaluasi bagi semua instansi terkait (konsorsium) sampai dimana kesiapan dari konsekuensi terbitnya surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK Depdiknas, karena kami ini diibaratkan gerbong kereta paling depan yang ditunggu juga oleh gerbong dibelakangnya. Harapan kami Bapak Sekjen Depag RI dan Pejabat berwenang dibawahnya membuat gebrakan baru yang berarti dengan upaya maksimal, sehingga tunjangan profesi guru dapat dicairkan tidak berlarut-larut sesuai anggaran yang tersedia. Atas perkenan, kebijakan dan keiklasan Bapak dalam mempertimbangkan dan mengabulkan permohonan ini, kami sampaikan terima kasih yang mendalam, dan hanya Allah SWT yang pantas membalasnya. Amin. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati Bapak. Wassalam... Cirebon, 19 Januari 2009 Hormat kami, Abdullah, S.Pd.I
SUARA NTB (125.167.151.32) [ Senin, 23 Februari 2009 ]
Yth. Bapak SEKJEN DEPAG RI Di. Jln Lapangan Banteng Barat No. 3-4 (lantai 3) Jakarta Pusat Assalamualaikum wr, wb Dalam implmentasi pelaksanaan Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) telah ditandatangani surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK Depdiknas No. Sj/Dj.I/Kp.02/1569/2007 dan No. 4823/F/SE/2007 pada butir 2 disebutkan bahwa: Sertifikasi pendidik bagi guru agama yang mengajar di sekolah umum, baik yang diangkat oleh Departemen Agama, Depertemen Pendidikan Nasional, maupun Pemerintah Daerah dilaksanakan melalui Departemen Agama (Guru Agama PNS NIP. 15, NIP. 13 dan NIP. 48) Kami dan teman-teman adalah Guru Pendidikan Agama NIP 13 (jalur inpes) yang mengajar di lingkungan sekolah umum di wilayah Propinsi Jawa Barat. Kami peserta sertifikasi guru agama angkatan pertama yang mestinya masuk kuota 2006 akan tetapi dengan terbitnya surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK tersebut diatas, maka kami baru bisa diikutsertakan pada kuota 2007. Sudah lulus sertifikasi Guru dan telah memiliki sertifikat pendidik guru profesional yang diterbitkan UIN Bandung Tanggal 16 Nopember 2007. Dan Titimangsa sertifikat pendidik tanggal 17 Desember 2007. Sampai saat ini belum menerima tunjangan profesi guru sama sekali berbeda dengan guru umum yang sama NIP 13 (jalur inpres) kuota tahun 2007 mereka telah menerima tunjangan profesi guru yang langsung masuk ke rekening mereka dalam tiga tahapan. Departemen Agama dengan Sekjen Depag RI-nya menunjukkan adanya keinginan kuat pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia Bidang Pendidikan di Depag RI. Dimulai dari pusat sampai kebawahnya, akan tetapi harapan tersebut kami lihat belum optimal, ada beberapa pertanyaan kami. Kenapa guru honor sudah cair tunjangan profesinya dan kenapa ada perbedaan untuk Jatim cair awal Nopember 2008 sedangkan Jabar cair akhir Desember 2008? (tahap pertama baru 6 bulan) sedangkan guru agama PNS belum? Kenapa Guru Agama kuota 2007 yang semstinya dibayarkan tunjangan profesinya pada anggaran 2008 sampai sekarang tunjangan profesi guru agama PNS belum cair? Sedangkan semua tahu bahwa penentuan kuota pada tahun berjalan dibatasi sesuai dengan anggaran yang tersedia. Terkait permasalahan diatas harus diakui kelengahan salah satu instansi (konsorsium) akan mengakibatkan tersendatnya penyaluran dan pencairan dana profesi tersebut yang kini dialami oleh Guru Agama di propinsi Jawa Barat dan propinsi lainnya. Terbukti guru NIP 13 dan NIP15 belum menerima dana tunjangan profesi guru tersebut periode bulan Januari 2008 sampai Desember 2008 (harapannya dirapel 12 bulan bagi yang lulus titimangsa sertifikat Desember 2007). Sebaiknya hal ini menjadi evaluasi bagi semua instansi terkait (konsorsium) sampai dimana kesiapan dari konsekuensi terbitnya surat edaran bersama Sekjen Depag RI dan Dirjen PMPTK Depdiknas, karena kami ini diibaratkan gerbong kereta paling depan yang ditunggu juga oleh gerbong dibelakangnya. Harapan kami Bapak Sekjen Depag RI dan Pejabat berwenang dibawahnya membuat gebrakan baru yang berarti dengan upaya maksimal, sehingga tunjangan profesi guru dapat dicairkan tidak berlarut-larut sesuai anggaran yang tersedia. Atas perkenan, kebijakan dan keiklasan Bapak dalam mempertimbangkan dan mengabulkan permohonan ini, kami sampaikan terima kasih yang mendalam, dan hanya Allah SWT yang pantas membalasnya. Amin. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati Bapak. Wassalam... Cirebon, 19 Januari 2009 Hormat kami, Abdullah, S.Pd.I SUARA MGMP NTB dari 125.167.151.32 tanggal 19-02-2009 12:27 MEMANG BEGITU PAK JAZIM, KAMI DI NTB SETELAH DISKUSI DENGAN KANWIL NTB TGL 28 FEBRURAI 2009 NANTI, AKAN MELANJUTKAN PERJALANAN KE JAKARTA UNTUK MENEMUI MENTERI AGAMA DAN INSTANSI TERKAIT LAINNYA. AYO KTA SATUKAN BARISAN. ntb jogja mari menyatukan langkah untuk menuntut hak-hak kita. Allahu Akbar ! MGMP - NTB. dari 125.167.151.32 tanggal 19-02-2009 12:20 Ridho ! ente ndak tau masalah, yang kami tuntut bukan hasil korupsi, tapi kewajiban pemerintah / Depag untuk membayar guru-guru yang sudah l
FSI (114.121.78.134) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
Mari kita tingkatkan pendidikan agama untuk anak2 bangsa agar melahirkan pemimpin yg bermoral. Kami dari Forum Santri Indonesia www.forumsantri.com
MAJU TERUS MGMP NTB (114.58.114.9) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
Kekompakan MGMP NTB patut diacungi jempol !!! Guru yang kompag dan berwawasan itulah guru yang dibutuhkan agar dapat melewati jaman yang maju. Guru yang nrimo, apa adanya, rela, ikhlas daripada tidak, sekedar shodaqoh, hanya berdo`a tanpa usaha, menghitung tasbih tak bisa matematika, menengadahkan tangan tanpa berkarya, sekedar dan sekedar saja akan ketinggalan jaman ! ANTUM A`LAMU BI UMU-RID DUNYA- KUM !!! MAJU TERUS !!!
bacalah !!! IQRO` !!! (114.58.114.9) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
Pada tablig akbar yang diikuti lebih 10 ribu jemaah –termasuk warga Kristiani — di Masjid Agung Darussalam Palu— AA Gym, sapaan akrab KH Abdullah Gymnastiar, mengatakan jika buta mata hanya tidak melihat dunia, tetapi jika hatinya yang buta tidak bisa lagi melihat kebenaran. “Mereka inilah yang kacaukan bangsa ini,” tuturnya dengan lantunan lagu.
masih prihatin ................................... (114.58.221.248) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
Sudahkah ada kemajuan masalah Tunjangan Guru ??? segera dan segera SMS ke Bapak Presiden !!! ke 9949
komentar asal-asalan (114.58.95.211) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
look before you are leap, think before you are speak ! kalau komentar yang mapan donk !! masak ada guru yang nrimo, nglokro, guru cap apa tuh ?? apa dulu waktu masuk pakai menyuap jadi menerima apa adanya saja tidak mau berusaha ?? guru sebagai agen ilmu harus bersemangat, sebagai agen perubahan harus mengejar, sebagai agen pembaharuan jangan nrimo saja. kejar-kejar. kalau nrimo dan mengharap tapi tak mau usaha ya jangan jadi guru !! jadilah yang lain. Ayoo kejar juga ke PGRI. ke blog soegito-education, ke yang lain. tulis terus biar depag risih dan maju. jika memang tidak dengar berarti melebihi batu. jika tidak menanggapi berarti lebih jahiliyah dari pada jahiliyah jaman tahun gajah.
MUH AMIN (125.167.150.13) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
WAHAI KAWAN-KAWAN GURU YANG DISERTIFIKASI OLEH DEP AGAMA MARI TERUS BERJUANG UNTUK MENDAPATKAN HAK-HAK KITA SESUAI DENGAN AMANAT UNDANG-UNDANG GURU DAN DOSEN
NTB (125.167.151.32) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
AS.WR WB. BIARKAN KAMI DI NTB MENYUARAKAN KELUH KESAH GPAI YANG DI SERTIFIKASI DEPARTEMEN AGAMA, BIARKAN KAMI BERJALAN BAGAIKAN AIR UNTUK MENUNTUT HAK-HAK KAMI YANG MASIH TERTUNDA. Mudahan dengan suara-suara kami ini pemerintah segera melakukan kewajibannya terhadap guru yang sudah disertifikasi. Kami di NTB sudah berjuang secara maksimal di daerah, namun kalau itu belum memberikan jawaban yang jelas, maka kami insya allah akan kepusat ( Jakarta ) dengan perwakilan, bukannya bawa anak-anak 10 kelas kejakarta. Kepergian kami kejakarta sudah tentu dengan mekanisme yang sesuai dengan peraturan daerah. Setidaknya kami di NTB kejakarta dengan rekomendasi darei Gubernur, DPRD serta persetujuan Kakanwil Depag NTB. Itu yang kami usahakan saat ini. Perlu diingat bahwa gerakan kami di NTB bukan untuk NTB saja, tapi juga untuk daerah lain yang nasibnya sama dengan NTB. Kami hanya memerlukan dukungan moral, bukan dilemahkan atau dilecehkan. Paling tidak bagi guru yang senasib dengan kami minimal berdoa mudahan perjuangan ini berhasil demi kemaslahatan bersama. Maaf saudara rido dan yang lainnya, biarkan kami berjuang “ Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum dia mau merubah dirinya sendiri “ Kami orang-orang daerah sedikitnya punya kepedulian terhadap saudara-saudara yang senasib dengan MGMP NTB. Nomor : 030 / MGMP – PAI / P.NTB / 2009 22 Februari 2009 Lamp. : - Hal : Sertifikasi Guru PAI Assalamu Alaikum Wr.Wb. Melalui surat ini kami menyampaikan beberapa informasi yang berkaitan dengan Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam se-NTB sbb : 1. Guru- Guru Pendidikan Agama Islam yang disertifikasi oleh Departemen Agama th.2007 tidak ada satupun yang sudah menerima tunjangan sertifikasi th.2008 2. Ada ketidak adilan di Departemen Agama Nusa Tenggara Barat, yaitu tidak diikut sertakannya Guru Pendidikan Agama Islam dalam proses sertifikasi tahun 2008. Berdasarkan kenyataan ini, kami Guru-Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13 meminta beberapa hal sebagai berikut : 1. Agar Departemen Agama segera membayarkan hak-hak kami sesuai dengan isi surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Direktorat Pendidikan Islam pada Sekolah nomor : DT.I.II/Kep.07.5/578/2008 prihal penyaluran tunjangan profesi 2. Agar edaran bersama antara Dirjen PMPTK Departemen Pendidikan dan Sekjen Departemen Agama nomor : Sj / Dj.I/ Kp.02/1569/ 2007 dan nomor : 4823/ F/ SE / 2007 tanggal 7 agustus 2007 di tinjau kembali mengingat pelaksanaannya dilapangan ada pihak-pihak yang dirugikan termasuk Guru Pendidikan Agama Islam NIP. 13. 3. Agar guru-guru Pendidikan Agama Islam NIP.13 sertifikasinya dilaksanakan melalui Departemen Pendidikan 4. Untuk sertifikasi tahun 2009 kami meminta agar kuota bagi guru Pendidikan Agama Islam NIP.13 lebih besar dari lainnya, mengingat tahun 2008 tidak ada satupun Guru Pendidikan Agama Islam NIP.13 yang diikut sertakan dalam proses sertifikasi. Atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih.
mgmp ntb (125.167.151.32) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
Nomor : 031 / MGMP – PAI / K.MTR / 2009 22 Februari 2009 Lamp. : - Hal : Mohon Sumbangan Dana Kepada Yth. Bapak/ Ibu Para Dermawan di- tempat Assalamu Alaikum Wr.Wb. Sehubungan dengan belum jelasnya persoalan Sertifikasi Guru Agama di tingkat provinsi, Pengurus MGMP Nusa Tenggara Barat akan mengutus perwakilan untuk membicarakan persoalan tersebut di tingkat pusat ( Jakarta ) Namun mengingat minimnya dana yang tersedia kami mohon keikhlasan Bapak/ Ibu kiranya dapat memberikan bantuan dana, sehingga kegiatan ini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Adapun jumlah dana yang dibutuhkan sebagai berikut : 1. Transport untuk 4 (empat ) orang Mataram – Jakarta PP 4 x Rp. 1.400.000 = Rp. 5.600.000. 2. Akomodasi 2 x 2 x Rp.300.000 = Rp. 1.200.000 3. Konsumsi 4x6 x Rp. 50.000 = Rp. 1.200.000 4. Transport Lokal = Rp. 1.000.000 Total = Rp. 9.000.000. ( Sembilan Juta Rupiah ) Atas keikhlasan Bapak / Ibu kami ucapkan terima kasih. Pengurus MGMP PAI Nusa Tenggara Barat K e t u a, Sekretaris, R I F A ‘ I, S.Ag Drs. SUDIRMAN NURDIN NIP. 131595668 NIP. 131411106
NTB (125.167.151.32) [ Minggu, 22 Februari 2009 ]
ridho anda orang bodoh, tidak mau ikhtiar merubah nasib, anda tidak mau berjuang, itu artinya anda tidak mengerti situasi. Anda dalam kondisi teraniaya namun tetap bersabar. Jangan begitu saudara. Persisi seperti yang saya katakan, andaikan tunjangan sertifikasi ini kelauar taubahnya anda seperti burung nazar, rakus mungkin tidak mau tahu tentang hak orang lain.



Facebook  RSS  Twitter
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia