Sabtu, 7 Juli 2012 –
Sekjen Kemenag: Isu Kesalahan Tafsir Quran Menyesatkan

Jakarta (Pinmas)—Sekjen Kemenag Bahrul menegaskan,beredarnya kabar adanya kesalahan tafsir Al Quran sebagai isu yang menyesatkan, sekaligus mendeskriditkan Kementerian Agama.

“Sungguh tak pantas menyebarkan kabar tersebut. Kementerian Agama melibatkan para ahli tafsir terbaik di Indonesia untuk memberikan terjemahan Alquran,” ujar Bahrul Hayat usai memberikan pengarahan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji 2012 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta,Jum’at (6/7).

Ditegaskan Bahrul penyusunan tafsir Alquran tersebut melewati berbagai tahapan. Semua tahapan itu melibatkan banyak pakar tafsir. Mereka sudah tak diragukan kredibilitas dan kemampuannya.

Bahrul menyebutkan para ahli tafsir itu tergabung dalam lembaga lajnah. Lembaga itu telah 40 tahun menjadi pihak yang dipercaya memberikan tafsir Alquran. “Jadi jangan percaya dengan kabar tersebut. Hal-hal seperti itulah yang dapat merusak citra Kementerian Agama dan umat Islam,” ungkapnya.

Dia meminta masyarakat untuk tidak panik dengan isu terjemahan Al Quran salah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Tafsir terebut merupakan tafsiran lengkap yang dijaga orisinalitasnya.

Maka kemudian, tambah Bahrul ada pertanyaan apakah masyarakat ragu dengan puluhan ahli tafsir yang bekerja selama ini? Apakah kira-kira ulama besar seperti Quraish Shihab yang merupakan salah satu anggota tim diragukan kemampuannya?

“Kan semua kenal siapa pak Quraish Shihab itu. Apakah mungkin ada kesalahan tafsir. Janganlah masyarakat terpengaruh isu seperti itu,” tegasnya.

Menurut Bahrul jika ada pihak yang mengatakan tafsir Kemenag salah, itu syah saja. Namun dirinya meyakinkan tim lajnah kementerian agama terdiri dari ulama dan pakar-pakar terbaik. Sangat tak pantas meragukannya.

Padahal, ujar Bahrul karya tafsir Alquran Indonesia itu dipercaya oleh banyak umat muslim di negara lain. Beberapa diantaranya umat muslim di Asia, seperti Malaysia, Brunai dan Singapura.

“Orang boleh saja menafsirkan lain, tapi tafsir kita dibuat oleh para pakar dan ahli terbaik.Tafsir kita juga dijadikan rujukan oleh negara-negara Asean ,” imbuhnya.

Bahrul menambahkan bahwa tafsir Al Quran terus dilakukan perbaikan-perbaikan dan para ahli. Sehingga sangat sulit ada kesalahan tafsir. Ditegaskan Bahrul agar masyarakat tidak perlu resah, karena ormas-ormas islam lainnya yang lebih besar dan jumlahnya puluhan pun tidak pernah mempermasalahkan. Jadi isu kesalahan tafsir Alquran sudah pasti penyesatan.

”Sudah 40 tahun kita melaksanakan ini sekali lagi saya tegaskan. Para ulama dari ormas lain yang besar pun tidak pernah sekalipun mempermasalahkan hal ini,” kata Pria Asal Ciamis ini lagi.

Sebelumnya sebuah situs media menulis bahwa Majelis Mujahidin Indonesia mencatat ada 3.226 ayat Al-Quran terjemahan versi pemerintah keliru. Bahkan kesalahan tersebut dapat menyesatkan pemikiran umat Islam.

Adapun tafsir yang dinilai salah itu ada pada Surat Al-Baqarah ayat 191,yakni bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir). Terjemahan itu memberkan kesan Islam itu radikal. (rko)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.008069 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 8983278
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.