Selasa, 22 Mei 2012, 14:20 –
Menag: Bangun Persatuan dan Kesatuan Dengan Cinta

Jakarta (Pinmas)—Menteri Agama Suryadharma Ali mengajak umat beragama senantiasa semangat bertoleransi, saling menghormati, tanpa menyinggung prinsip dasar yang lain, namun membangun persatuan dan kesatuan dengan cinta dan kasih sayang.

“Cinta itu luar biasa, mengandung spirit dan semangat termasuk cinta kita pada agama, umat dan sesama,” tutur Menteri Agama pada perayaan Dharmasanti Waisak 2556 Buddhis Era (BE)/ 2012 oleh keluarga besar umat Budha di lingkungan PNS, TNI, POLRI di Gedung Kementerian Agama Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (22/5).

Adapun cinta pada diri sendiri, kata Menag, berarti tidak berbuat jahat pada diri sendiri termasuk melakukan tindak korupsi. “Mari bersama memperbaiki moral termasuk bagaimana membuat Indonesia yang bersih, bebas dari korupsi,” ucapnya.

Menag juga mengajak umat Buddha menjadi umat yang bermanfaat kepada yang lain. “Dengan kerukunan akan muncul kekuatan besar bagi upaya membangun bangsa ini,” imbuhnya.

Menanggapi konser Lady Gaga, Menag kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya sudah mengirim surat kepada kepolisian mengenai pelarangan konser itu. Dalam surat itu disebutkan pandangan meliputi pandangan pertimbangan budaya, agama, ketertiban umum juga banyak pihak yang memberikan saran-saran untuk tidak diberikannya ijin konser.

Menurutnya, pemerintah dari waktu ke waktu ingin meningkatkan pelayanan bagi masyarakat dalam artian yang seluas-luasnya termasuk pelayanan yang menenangkan, pihak kepolisian sangat layak untuk meminta pertimbangan-pertimbangan. Konser Lady Gaga dianggap menggangu ketenangan dalam spritiual.

“Konser ini bergesekan langsung dengan masalah keagamaan, moral maka sangat layak pihak kepolisian dari Menteri Agama apalagi juga sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi,” ujar Menag.

Selanjutnya Menag mengingatkan agar segenap komponen bangsa tetap menjaga ideologi, hukum dan aturan yang berlaku di bangsa Indonesia. Terutama bila budaya yang ditampilkan bertentangan dengan aturan yang dianut bangsa ini. “Jangan karena alasan bisnis, lalu mengabaikan ideologi yang berlaku di sini.” ujarnya. (ks)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.013338 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 13358371
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2014. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.