Selasa, 28 Juni 2011, 16:10 –
Presiden : Umat Islam Harus Jawab Tantangan

Bekasi (Pinmas)—Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta umat Islam di seluruh dunia untuk menjawab tiga tantangan yang kini tengah dihadapi. Tantangan tersebut dari mulai sikap ketidakadilan, persepsi negatif Islam, dan aksi terorisme.

Menurut Presiden, ketidakadilan yang masih berlangsung di tingkat dunia membuat umat Islam dan beberapa kalangan umat lain mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

“Termasuk penderitaan seperti kemiskinan, kesenjangan, dan lain yang masih dirasakan umat Islam di seluruh dunia hingga hari ini,” kata SBY saat meresmikan sarana dan prasarana pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia di Desa Setia Mekar, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/6).

Kedua, lanjut SBY, persepsi yang tidak benar dari sebagian kalangan terhadap umat Islam. Mereka sering kali mudah menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang menyebarkan kekerasan. Ini mengakibatkan berjangkitnya penyakit Islamofobia.

Ketiga, masalahnya, menurut SBY, berada di sebagian kalangan umat Islam itu sendiri. Mereka menjalankan ajaran Islam yang menyimpang kaidah. Seperti menghalalkan aksi terorisme dan tindak kekerasan lain guna mencapai tujuan mereka.“Menghadapi tiga tantangan ini, menurut pendapat saya, umat Islam harus melakukan hal-hal yang tepat,” ujar Presiden.

SBY menilai, umat Islam mesti berjuang untuk mendapatkan keadilan di dunia yang hakiki ini. Tentunya memperjuangkan keadilan itu harus ditempuh dengan cara cerdas dan tepat tanpa menimbulkan masalah baru yang justru merugikan Islam.

Kalangan dunia Islam, misalnya, bisa berjuang di banyak forum internasional seperti melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI), Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) atau lainnya. “Umat Islam atau dunia Islam itu terus menjalin, berdialog dengan semua pihak yang salah mempersepsikan Islam,” terangnya.

Tak kalah penting yakni dengan membimbing umat ke jalan yang benar. Misalkan dengan meluruskan pengertian tentang jihad . “Apakah benar-benar membunuh saudaranya itu surga balasannya. Begitu juga tindakan bunuh diri dalam upaya menegakkan amar makruf dan nahi mungkar. Apakah dibenarkan jika dilakukan dengan cara-cara yang lebih mungkar,” katanya.

Sarana dan prasarana yang diresmikan SBY, gedung Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Muhammad Natsir empat lantai, perpustakaan, Muslimah Centre, serta gedung dan mesin percetakan. Dengan Pusdiklat itu, dakwah keislaman diharapkan semakin meluas.

SBY mengatakan, kehadirannya pada peresmian pusdiklat ini sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan negara dan pemerintah kepada DDII. Dewan Dakwah, menurut SBY, telah menjalankan misi dakwahnya di seluruh wilayah Tanah Air.

“Saya datang juga karena memenuhi janji saya sebelumnya,” jelasnya.Dalam peresmian itu turut hadir Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan, Imam Masjidil Haram Syekh Su`ud ash-Shuraim, dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdurrahman al-Hayat, serta Imam Masjidil Haram Syeikh Suud Assuraim.

Ketua Umum DDII Syuhada Bahir mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana ini tidak terlepas dari bantuan Pemerintah Arab Saudi.(Rep)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.070929 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 13062969
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.