Kamis, 6 Maret 2008 –
Depag Siapkan Standarisasi Pelayanan Haji

Jakarta 24/3, (Pinmas)—Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, maka perlu diterapkan standar prosedur operasional (SOP) sehingga berbagai upaya pembenahan penyelenggaraan haji yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dapat berjalan secara konsisten.

Menag mengatakan hal itu saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional Departemen Agama 2008 di Jakarta, Senin (24/3). “Standar prosedur operasional dalam sebuah kerja besar seperti penyelenggaraan ibadah haji yang kita lakukan setiap tahun merupakan hal yang mutlak, agar kebijakan yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan dengan langkah kerja yang terukur, jelas dan akuntabel,” jelasnya. Menag lebih lanjut mengatakan, salah satu kelemahan kita selama ini adalah belum adanya standar kerja yang dapat dijadikan rujukan oleh pelaksana di berbagai tingkatan untuk setiap langkah sehingga terjamin adanya kesamaan dan konsistensi layanan bagi jemaah haji. Akibatnya, sering dijumpai langkah-langkah yang bersifat sporadis dan kurang terencana dengan baik ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan. “Pelayanan yang seharusnya dapat diberikan dengan mudah dan sederhana menjadi terlihat sulit, terkesan tambal sulam, dan kurang profesional,” ujarnya seraya menambahkan bahwa, standarisasi harus segera dilakukan, agar penyelenggaraan haji memenuhi standar pelayanan yang terakreditasi oleh lembaga profesional seperti sertifikat ISO 9000. Untuk itu lanjutnya, setidaknya ada dua agenda yang mendesak berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji menuju ISO 9000, yaitu menyusun SOP sebagai acuan kerja dan peningkatan profesionalitas petugas di semua tahapan penyelenggaraan haji. Sementara itu Direktur Pengelolaan BPIH dan Sistem Informasi Haji (SIH) Abdul Ghafur Djawahir menjelaskan, SOP tentang penyelenggaraan ibadah haji meliputi standarisasi dalam pembinaaan haji, standarisasi dalam pelayanan haji, standarisasi dalam administrasi dan keuangan haji serta standarisasi dalam perlindungan haji. Standarisasi tersebut antara lain meliputi beberapa hal, mulai dari bimbingan ibadah di kecamatan oleh KUA dan penyuluh agama, juga serta rekrutmen dan pelatihan petugas, serta penyuluhan haji melalui website atau internet serta pusat informasi haji dan media center haji, jelas Ghafur (ks)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.293150 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 11279686
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013. Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.